Isra Miraj, Ini Isi Percakapan Rasulullah dan Nabi Musa di Langit ke-6

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 11 Maret 2021 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 11 330 2376030 isra-miraj-ini-isi-percakapan-rasulullah-dan-nabi-musa-di-langit-ke-6-3ndlbkcweE.jpg Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Isra Miraj menjadi momen penting perubahan jumlah sholat wajib yang disampaikan Allah Ta'ala kepada Nabi Muhammad SAW. Semula jumlah sholat diperintahkan 50 kali dalam sehari semalam, namun akhirnya menjadi 5 waktu.

Perintah sholat 50 waktu tersebut kemudian diceritakan oleh Rasulullah SAW ke Nabi Musa AS di langit ke enam sesuai menghadap Allah SWT.

Mufasir Jalaluddin Al mahalli dalam kitab Tafsir Jalalain menerangkan, bahwa Rasulullah SAW mengatakan Allah mewahyukan kepada-nya (Nabi SAW) secara langsung, dan Dia telah (mewajibkan) kepadaku lima puluh kali salat untuk setiap hari. Setelah itu lalu aku (Nabi SAW) turun hingga sampai ke tempat Nabi Musa (langit yang keenam).

Baca Juga: Dahsyatnya Persitiwa Isra Mikraj, Membuat Kaum Quraisy Tak Bisa Membantah

Maka Nabi Musa bertanya kepadaku, 'Apakah yang diwajibkan oleh Rabbmu atas umatmu?' Aku menjawab, 'Lima puluh kali salat untuk setiap harinya.' Nabi Musa berkata, 'Kembalilah kepada Rabbmu, lalu mintalah keringanan dari-Nya karena sesungguhnya umatmu niscaya tidak akan kuat melaksanakannya; aku telah mencoba Bani Israel dan telah menguji mereka.'

Rasulullah saw melanjutkan kisahnya, maka aku kembali kepada Rabbku, lalu aku memohon, 'Wahai Rabbku, ringankanlah buat umatku.' Maka Allah meringankan lima waktu kepadaku. Lalu aku kembali menemui Nabi Musa. Dan Nabi Musa bertanya, 'Apakah yang telah kamu lakukan?' Aku menjawab, 'Allah telah meringankan lima waktu kepadaku.'

Baca Juga: Keutamaan Isra Miraj Turunnya Perintah Sholat Wajib 5 Waktu

Maka Nabi Musa bertanya, 'Sesungguhnya umatmu niscaya tidak akan kuat melakukan hal tersebut, maka kembalilah lagi kepada Rabbmu dan mintalah keringanan buat umatmu kepada-Nya.' Rasulullah melanjutkan kisahnya, maka aku masih tetap mondar-mandir antara Rabbku dan Nabi Musa, dan Dia meringankan kepadaku lima waktu demi lima waktu.

Hingga akhirnya Allah berfirman, 'Hai Muhammad, salat lima waktu itu untuk tiap sehari semalam; pada setiap salat berpahala sepuluh salat, maka itulah lima puluh kali salat. Dan barang siapa yang berniat untuk melakukan kebaikan, kemudian ternyata ia tidak melakukannya dituliskan untuknya pahala satu kebaikan. Dan jika ternyata ia melakukannya, dituliskan baginva pahala sepuluh kali kebaikan.

Dan barang siapa yang berniat melakukan keburukan, lalu ia tidak mengerjakannya maka tidak dituliskan dosanya. Dan jika ia mengerjakannya maka dituliskan baginva dosa satu keburukan.'

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Setelah itu aku turun hingga sampai ke tempat Nabi Musa, lalu aku ceritakan hal itu kepadanya. Maka ia berkata, 'Kembalilah kepada Rabbmu, lalu mintalah kepada-Nya keringanan buat umatmu, karena sesungguhnya umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Maka aku menjawab, 'Aku telah mondar-mandir kepada Rabbku hingga aku malu terhadap-Nya.'" (Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim; dan lafal hadis ini berdasarkan Imam Muslim). Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak meriwayatkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, "Aku melihat Rabbku Azza Wajalla."

Kisah ini semoga menambah dan mempertebal keimanan dengan tidak meninggalkan shalat lima waktu yang telah disyariatkan. (Kastolani)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya