Kisah Nabi Adam, Pangkal Kesusahan Manusia Bukanlah Materi Namun Rohani

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Sabtu 13 Maret 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 13 330 2377098 kisah-nabi-adam-pangkal-kesusahan-manusia-bukanlah-materi-namun-rohani-Mm0UwreiXI.jpg Kisah Nabi Adam AS. (Foto:Ilustrasi/Freepik)

JAKARTA - Kisah Nabi Adam alaihi salam, Allah Ta'ala menyiatkan bahwa hakikat yang menjadi fitrah dari kesusahan manusia tidak berpangkal dari materi, tetapi dari masalah rohani.

Namun saat ini secara umum, manusia justru memahami bahwa permasalahan materi duniawiyah baik harta, jabatan, dan lain sebagainya adalah pangkal kesusahan manusia.

Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fathurrahman Kamal menyampaikan penjelasan itu dari ayat ke-38 Surat Al-Baqarah yang mengisahkan diturunkannya Nabi Adam alaihi salam dari surga ke bumi.

Baca Juga: Sumpah Demi Rasulullah, Kalimat Syirik Tidak Diperkenan untuk Diucapkan

Membawakan penjelasan profesor Universitas Ummul Qura Makkah, Musfir Az Zahrani, Fathurrahman Kamal menyebutkan bahwa Nabi Adam ketika diturunkan di dunia dijamin dengan kecukupan rezeki dan materi sebagaimana dijelaskan Allah dalam ayat ke-32 Surat Al-Baqarah.

“Ini memberi pesan, kalian akan mendapat stabilitas hidup dan kenikmatan-kenikmatan yang dijanjikan meskipun terbatas. Semua kebutuhan manusia telah digariskan Allah Subhanau wa Ta’ala sehingga tidak perlu dirisaukan,” tuturnya dikutip dari laman Muhammadiyah pada Sabtu (13/3/2021).

Baca Juga: Berbagai Aliran dalam Islam, Ini Bentuk yang Masih Eksis hingga saat Ini

Akan tetapi, kerisauan Adam justru muncul bukan dari materi, tetapi dari kerinduannya melihat tasbih kepada Allah yang tidak pernah terputus selama di surga. Keindahan tasbih dan tawaf para malaikat di Baitul Makmur tidak dilihatnya lagi selama di dunia.

Dari kesedihan itu, Adam berdoa agar Allah memberikan penggantinya selama di dunia. Maka, kemudian Allah membangun Ka’bah sebagaimana dijelaskan oleh Surat Ali ‘Imran ayat ke-96.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Di situlah kemudian Adam alaihi salam mengawali tawaf, maka tawaf di Ka’bah pada hari ini adalah sesuatu yang sifatnya sangat lama, yaitu sejarah Adam alaihi salam. Jadi apa makna yang kita petik dari potongan kisah itu adalah, bahwa permasalahan yang dihadapi umat manusia di dalam hidupnya bukan menyangkut fasilitas infrastruktur kehidupan,” jelas Fathurrahman.

“Persoalan fundamental manusia bukan infrastruktur yang kemudian di sejarah peradaban, manusia saling membunuh untuk mencapai materi-materi. Padahal sejarah Adam, bukan masalah makan dan kehidupan, tapi adalah permasalahan ruhaniyah. Itulah yang dicari Adam alaihi salam,” pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya