Adakah Pernikahan Manusia dengan Jin? Begini Penjelasan Ulama

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 13 330 2377310 adakah-pernikahan-manusia-dengan-jin-begini-penjelasan-ulama-m4i8R0G7fi.jpg Berdoalah dan memohon perlindungan kepada Allah Ta'ala dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Pernikahan manusia dengan jin bisakah dilakukan ataukah sudah pernah terjadi pada waktu-waktu yang lampau. Bagaimanakah juga Islam memandang soal ini?

Idealnya memang manusia menikah dengan manusia, mahluk sejenisnya. Namun apa jadinya bila manusia menikah dengan jin.

Ustaz Ammni Nur Baits pun menjelaskan masalah ini dengan merujuk pada Al-Qur'an. Allah berfirman di surat Ar-Rahman: 

Baca Juga: Jin Tidak Tahu Ilmu Gaib, Termasuk yang Ada di Langit dan Bumi

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلا جَانٌّ

“Para bidadari itu belum pernah tersentuh oleh manusia dan jin sebelumnya.” (QS. Ar-Rahman: 56)

Ayat ini menunjukkan bahwa jin juga menikah sebagaimana manusia menikah. Jin memiliki ketertarikan terhadap lawan jenis, sebagaimana manusia juga memiliki hal yang sama.

Baca Juga: Jelang Puasa Ramadhan Muhammadiyah Putuskan Awal Waktu Subuh Diperpanjang 8 Menit

Para ulama telah membahas, apakah mungkin terjadi pernikahan antara jin dan manusia?

As-Suyuthi rahimahullah dalam Laqathul Mirjan Hal. 53 menyebutkan beberapa riwayat dari ulama masa silam, bahwa di zaman mereka pernah terjadi pernikahan antara jin dan manusia, dan bahkan menghasilkan keturunan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga pernah menceritakan: 

وقد يتناكح الإنس والجن ويولد بينهما ولد، وهذا كثير معروف

“Dan pernah terjadi pernikahan antara manusia dan jin, bahkan terlahir keturunan. Dan ini banyak terjadi, satu hal yang ma’ruf.” (Majmu’ al-Fatawa, 19:39).

Baca Juga: Keberadaan Istri dalam Al-Qur'an, Ternyata Bukan Sebatas Pendamping Hidup

Akan tetapi, andaikan itu benar-benar pernah terjadi, sejatinya para ulama membencinya dan tidak menganjurkannya. Imam Malik rahimahullah pernah mengatakan, 

لا يوجد دليل ينهى عن مناكحة الجن غير أني لا أستحبه، لأني أكره إذا وجدت امرأة حامل فقيل: من زوجك؟ قالت: من الجن، فيكثر الفساد

“Tidak terdapat dalil yang melarang menikah dengan jin. Hanya saja, aku tidak menyukainya. Karena saya membenci ketika ada wanita hamil, kemudian ketika ditanya, siapa suamimu? Dia akan menjawab: ‘Dari jin’. Sehingga akan terjadi banyak kerusakan.” (Akaam al-Mirjan, Hal. 67).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dikutip dari laman Konsultasisyariah pada Senin (15/3/20210 disebutkan, ada juga sebagian ulama mengatakan bahwa pernikahan itu haram, dilarang.

Karena pernikahan beda jenis makhluk, bertentangan dengan ketentuan Allah, sebagaimana dalam firman-Nya, 

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا

“Allah telah menjadikan pasangan untuk kalian dari jenis kalian.” (QS. An-Nahl: 72).

Di ayat yang lain, Allah berfirman, 

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang…” (QS. Ar-Rum: 21)

Di samping itu, andaikan terjadi pernikahan antara jin dan manusia, maka akan sulit untuk mewujudkan rasa cinta antar-mereka, untuk bersatu mewujudkan rumah tangga yang bahagia, karena beda jenis makhluk. Terlebih manusia tidak bisa melihat jin, sehingga hikmah adanya pernikahan seperti yang disebutkan dalam ayat, berupa menciptakan ketenangan, rasa kasih, dan sayang akan sulit bisa terwujud.

Hal yang terpenting, tidak selayaknya ada manusia yang berharap untuk menikah dengan jin, atau memiliki pasangan dari golongan jin. seindah-indahnya jin, manusia lebih indah. Sebagaimana yang Allah tegaskan di surat At-Tin: 

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4). Allahu a’lam. (Vitrianda Hilba)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya