Fenomena Tren Nikah Muda, MUI Duga Dipicu Maraknya Film Porno

Binti Mufarida, Jurnalis · Kamis 18 Maret 2021 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 614 2379740 fenomena-tren-nikah-muda-mui-duga-dipicu-maraknya-film-porno-haO3nvOO2K.jpg Pernikahan muda. (Foto: Ilustrasi/Freepik)

JAKARTA - Tontonan dewasa menjadi salah satu penyebab meningkatnya pernikahan muda atau pernikahan dini. Seharusnya tontonan untuk orang dewas tetapi dinikmati oleh anak-anak.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Miftachul Akhyar mengkritisi gejala ini. “Mungkin karena banyak tontonan-tontonan yang mestinya itu dilihat oleh usia-usia dewasa tapi sudah dinikmati oleh anak-anak. Sehingga lahirlah artinya ini banyak penyebabnya, banyak faktor,” ungkap Miftachul Akhyar dalam seminar nasional Pendewasaan Usia Perkawinan Untuk Peningkatan Kualitas SDM Indonesia secara virtual, Kamis (18/3/2021).

Baca Juga: Jumlah Menikah Muda Meningkat, Bagaimana Pandangan dalam Islam?

Namun MUI, kata dia, juga melihat banyak faktor lainnya yang menjadi penyebab meningkatnya pernikahan muda. Sehingga, menjadi kewajiban oleh pemerintah untuk sungguh-sungguh mengamati penyebab terjadinya peningkatan pernikahan muda.

“Tentu semua itu banyak hal-hal yang penyebab hal-hal yang menjadikan meningkatnya perkawinan dini, terutama di desa-desa ini kewajiban kita bersama, kewajiban pemerintah untuk mengamati apa penyebab mereka ada peningkatan,” kata Miftachul Akhyar.

Baca Juga: Pencuri Terjelek dalam Sholat, Ini Ciri-Cirinya

Apalagi, kata Miftachul Akhyar bahwa di dalam Al-Quran juga telah dijelaskan bahwa pernikahan harus bertujuan menciptakan sebuah kehidupan yang harmoni. Tidak asal cocok, lalu menikah.

“Di sini sebagai suatu bukti bahwa hayaat jauziah adalah tawaran utama dalam Islam. Kalau itu tawarannya, maka tidak serendah pemahaman selama ini. Asal cocok kawin, bahkan mungkin batasan usia yang telah ditetapkan bagi perempuan 19, bagi lelaki 21 misalnya.”

“Tapi kalau belum memenuhi kriteria, belum ada sebuah kebutuhan, tujuan untuk hayaat jauziah sebuah kehidupan harmoni, harmoni di dunia, harmoni di akhirat, itupun perkawinan yang belum berkualitas,” tegasnya.

Apalagi, kata Miftachul Akhyar, pernikahan usia dini akan menanggung sebuah kehidupan yang harapannya melahirkan sebuah masyarakat unit-unit rumah tangga yang berkualitas.

“Dari unit-unit rumah tangga itulah terbentuk sebuah masyarakat. Maka kalau masyarakat adalah masyarakat yang berkualitas, maka lahirlah sebuah bangsa dan umat dan negara yang berkualitas,” katanya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya