Puasa Mutih, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Agregasi Solopos, Jurnalis · Rabu 31 Maret 2021 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 614 2387192 puasa-mutih-bagaimana-hukumnya-dalam-islam-0uZmISxnpL.jpg Puasa mutih. (Foto:Freepik)

Puasa Mutih, Hanya Makan Nasi Putih

Meski puasa mutih tidak dijelaskan menurut Islam, tradisi ini masih dipegang teguh oleh sebagian orang.

Dalam pelaksanannnya, seseorang yang melakukan puasa mutih hanya diperbolehkan makan nasi putih dan air putih saja serta tak boleh menambahkan garam, gula, maupun penyedap rasa ke makanan yang dikonsumsi.

Orang Jawa terdahulu percaya untuk menjalani sebuah tujuan atau hajat besar seperti pernikahan harus dilakukan puasa mutih. Puasa mutih sebelum hari H pernikahan konon dipercaya mampu membuat pengganti terhindar dari hal negatif.

Tak hanya itu, puasa mutih juga dipercaya membuat pengantin perempuan terlihat lebih cantik dan auranya terpancar saat hari pernikahan.

Menurut tradisi Jawa pula, puasa mutih dipercaya bisa membersihkan diri sebelum hari H pernikahan. Lama seseorang melakukan puasa mutih pun berbeda. Ada yang melakukannya tiga hari, tujuh hari hingga 40 hari.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya