Lebih lanjut dia mengatakan bahwa zakat, infak dan sedekah ibarat biaya operasional keumatan, akan habis saat dibagikan. Sementara wakaf bernilai strategis untuk membangun peradaban, karena wakaf tidak boleh berkurang harus bertambah melalui pengelolaan.
Baca Juga: Ada Utang yang Tak Akan Terlunasi hingga Ajal Menjemput, Ini Penjelasannya
"Kenapa kita kok pakai wakaf-wakafan, kita berwakaf, kenapa. Ada banyak alasan kenapa kita berwakaf dan terus menyuarakan menghidupkan perwakafan.
Ditambahkannya salah satu perbedaan antara wakaf dengan zakat yakni dalam zakat, selaku amil mendapatkan 12,5% langsung dari zakat, namun pengelola wakaf mendapt 10% setelah wakaf itu dikelolah.
(Vitrianda Hilba Siregar)