Sementara itu, salah seorang santri, Ahmad Ghaly Muhajib (12), mengaku sudah sejak dari kelas tiga sekolah dasar. Dia merupakan seorang anak yatim pasangan Ai Rodiah dan almarhum Mubaroq, warga Kampung Cienteung, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, memiliki ketertarikan untuk menjadi hafiz Alquran di Ponpes Laskar Langit ini.
Ketertarikannya tersebut berawal saat masih kecil, Ghaly setiap subuh saat bulan Ramadan sering menonton tayangan hafiz Al-Quran di salah satu stasiun televisi swasta. Sehingga Ghaly bercita-cita menjadi seorang penghafal Al-Quran.
Dari sanalah kemudian Ghaly kecil yang sudah menjadi anak yatim ini meminta pada orang tuanya mendaftarkan dirinya belajar di pondok pesantren. Karena keterbatasan ekonomi, akhirnya Ghaly didaftarkan ke pondok pesantren Laskar Langit. Sejak saat itu dia belajar dengan tekun dan semangat menghafal Alquran tanpa harus dipusingkan dengan iuran. Menurutnya, dia sudah mampu menghafal Alquran sebanyak 4 juz dan untuk menghafal dengan cara satu ayat-satu ayat secara beruang-ulang setiap hari satu halaman.
(Vitrianda Hilba Siregar)