Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Dermawan, Muhammadiyah : Cermin Konsep Gotong Royong

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Minggu 02 Mei 2021 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 614 2404294 indonesia-masuk-daftar-10-negara-dermawan-muhammadiyah-cermin-konsep-gotong-royong-eTej5tWv7W.jpg Indonesia masuk daftar 10 negara paling dermawan. (Foto: Freepik)

JAKARTA – World Giving Index (WGI) edisi 10 memasukkan Indonesia dalam daftar 10 negara dermawan di dunia. Hal ini dapat dijadikan sebagai modal yang kuat kebangkitan Indonesia.

Indonesia sebagai negara dengan potensi bencana yang tinggi memaintenance masyarakat untuk saling berkontribusi. Selain itu, indek tersebut didukung juga oleh tradisi gotong-royong dan konsep-konsep kedermawanan dalam agama.

“Kita harus bersyukur, tapi memasuki masa pandemi ini tantangannya juga semakin berat, karena itu konteks filantropi atau kedermawanan itu harus kita definiskan lagi,” ungkap Ketua LazisMu Pusat Hilman Latief dikutip dari laman Muhammadiyah, Ahad (2/5/2021).

Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Bareng Polda Metro Ingatkan Warga Raih Lailatul Qadar dengan Tidak Mudik

Definisi ulang tersebut dimaksudkan supaya kedermawanan tidak hanya ditafsirkan hanya dalam bentuk materi atau fisik saja. Menurut Hilman, selain kedermawanan dalam bentuk materi, orang juga bisa menunjukkan kedermawanannya dengan cara ikut terlibat dalam menyelesaikan persoalan.

Terkait dengan SDG’s (Sustainable Development Goals) sebagai tujuan yang ingin dicapai oleh LazisMu, Hilman menjelaskan, SDG’s sebagai tujuan yang bisa diukur karena sudah ada patokannya yang perlu dirujuk. Tetapi dalam pelaksanaan, LazisMu harus tetap bisa memformulasikan supaya melibatkan orang lebih banyak.

Baca Juga: Apa Hukum Orang yang Membatalkan Puasa Tanpa Udzur

“Mereka bisa jadi tidak menyumbang uang, tapi mereka punya banyak tenaga, punya banyak waktu dan dedikasi. Mereka menjadi volunteer aktif. Saling mendorong, saling membantu,” imbuhnya

Menurutnya, semangat anak muda tersebut harus difasilitasi sebagai usaha mentradisikan semangat voluntarisme itu. Hal itu menjadi hal yang sangat penting dalam filantropi. Voluntarisme sebagai perilaku yang kemudian menjadi tradisi, sehingga ini perlu langkah edukasi sejak dini. Karena itu LazisMu membuat program volunteer cilik.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Ini sebetulnya untuk menguggah sifat dan rasa di kalangan pelajar dan anak-anak, dia peduli dengan yang lain. Rasa-rasa semacam itu harus diasah, termasuk juga dengan volunterisme dalam pengertian kegiatan aktif dalam suatu organisasi, ikut membantu menyukseskan kegiatan sosial-kemanusiaan dan lain-lain,” urai Hilman

Semangat kedermawanan ini juga didukung oleh konsep-konsep yang ada di agama Islam, seperti ta’awun, takaful, dan lain-lain. Konsep itu menurut Hilman sudah saatnya diterjemahkan menjadi lebih sistematis, kontekstual, konseptual, dan lebih praktikel. Sehingga generasi baru lebih paham dan nyaman, bahwa yang dilakukan punya justifikasi keislaman, sosial, kemanusiaan, dan mereka juga ingin mentradisikan itu.

Adapun daftar lengkap 10 Negara Demawan versi erdasarkan laporan tahunan World Giving Index (WGI) edisi ke-10, yakni :

1. Amerika Serikat

2. Myanmar

3. Selandia Baru

4. Australia

5. Irlandia

6. Kanada

7.Inggris

8. Belanda

9. Srilangka

10. Indonesia


1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya