Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa hanya Itikaf Pada Malam Ganjil 10 Malam Terakhir Saja?

Vitrianda Hilba Siregar , Jurnalis-Senin, 03 Mei 2021 |15:00 WIB
Mengapa hanya Itikaf Pada Malam Ganjil 10 Malam Terakhir Saja?
Malam Lailatul Qadar. (Foto: Freepik)
A
A
A

“Lailatul qadar ada pada sembilan hari yang tersisa, bisa jadi ada pada tujuh hari yang tersisa, bisa jadi pula pada lima hari yang tersisa, bisa juga pada tiga hari yang tersisa“

Ibnu Hazm berkata:

“Apabilla Bulan Ramadhan itu ada 29 hari, maka tidak diragukan lagi bahwa awal dari 10 terakhir adalah malam ke-20. Sehingga, lailatul qadar dimungkinkan jatuh pada malam ke-20, atau ke-22, atau ke-24, atau ke-26, atau ke-28. Karena inilah malam-malam ganjil dari 10 malam terakhir. Apabila bulan Ramadhan itu 30 hari, maka tidak diragukan lagi bahwa awal dari 10 malam terakhir adalah malam ke-21. Sehingga, lailatul qadar dimungkinkan jatuh pada malam ke-21, atau ke-23, atau ke-25, atau ke-27, atau ke-29. Karena inilah malam-malam ganjil dari 10 malam terakhir,” sebutnya.

Jadi jika merujuk pada hitungan itu maka Hari Raya Idul Fitri akan hadir dua kali setahun. Peristiwa itu dapat terjadi pada 2033.

(Vitrianda Hilba Siregar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement