JAKARTA - Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan hidayah-Nya dapat datang melalui apa pun, termasuk lewat mimpi tidur. Hal ini juga dialami Abu Bakar, pria asal Makkah dari Suku Tayyim.
Dikutip dari buku "30 Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Muslim" karya Kidh Hidayat diceritakan bahwa Abu Bakar suatu malam bermimpi melihat matahari dan bulan. Lalu ia coba meraihnya dan berhasil, kemudian didekap erat di dadanya dan menutupnya dengan jubah.
Saudagar kaya itu pun keesokan paginya coba mencari penafsir mimpi. Sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang pendeta Nasrani. Setelah itu dia pun coba menceritakan mimpinya tersebut kepada pendeta Nasrani tersebut.
"Anda berasal dari mana?" tanya pendeta itu.
"Dari Makkah," sahut Abu Bakar.
"Dari suku apa?"
"Suku Tayyim."
"Pekerjaan Anda apa?"
"Berdagang."
Pendeta itu sejenak terdiam, lalu ia memejamkan matanya dan kepalanya terangguk-angguk pelan. Kemudian pendeta Nasrani tersebut menjelaskan makna mimpi Abu Bakar tersebut.
"Akan muncul pada zaman Anda seorang laki-laki dari Bani Hasyim. Ia bernama Muhammad yang memiliki julukan Al Amin. Ia menjadi Nabi terakhir. Andai kata ia tidak ada, Allah tak akan menciptakan Adam berserta Nabi dan Rasul lainnya. Ia sebagai penutup para Nabi. Anda akan menjadi pemeluk agamanya. Anda akan menjadi pembantu dekatnya. Demikianlah tafsir mimpi yang Anda alami," papar si pendeta Nasrani.
Tak hanya itu, si pendeta pun melanjutkan perkataannya.
"Sifat dan ciri-ciri lelaki bernama Muhammad itu telah kudapatkan dalam kitab Taurat, Zabur, dan Injil. Sesungguhnya aku telah memeluk Islam untuknya. Akan tetapi kulakukan dengan sembunyi-sembunyi karena takut dengan ancaman orang Nasrani lainnya," sambung si pendeta.