Kisah Menjadi Mualaf Dialami Abu Bakar, Percaya pada Islam karena Mimpi Tidur

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 13 Mei 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 13 330 2409708 kisah-menjadi-mualaf-dialami-abu-bakar-percaya-pada-islam-karena-mimpi-tidur-V4CQ5bPjAu.jpg Hidayah Allah SWT. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan hidayah-Nya dapat datang melalui apa pun, termasuk lewat mimpi tidur. Hal ini juga dialami Abu Bakar, pria asal Makkah dari Suku Tayyim.

Dikutip dari buku "30 Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Muslim" karya Kidh Hidayat diceritakan bahwa Abu Bakar suatu malam bermimpi melihat matahari dan bulan. Lalu ia coba meraihnya dan berhasil, kemudian didekap erat di dadanya dan menutupnya dengan jubah.

Saudagar kaya itu pun keesokan paginya coba mencari penafsir mimpi. Sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang pendeta Nasrani. Setelah itu dia pun coba menceritakan mimpinya tersebut kepada pendeta Nasrani tersebut.

"Anda berasal dari mana?" tanya pendeta itu.

"Dari Makkah," sahut Abu Bakar.

"Dari suku apa?"

"Suku Tayyim."

"Pekerjaan Anda apa?"

"Berdagang."

Pendeta itu sejenak terdiam, lalu ia memejamkan matanya dan kepalanya terangguk-angguk pelan. Kemudian pendeta Nasrani tersebut menjelaskan makna mimpi Abu Bakar tersebut.

"Akan muncul pada zaman Anda seorang laki-laki dari Bani Hasyim. Ia bernama Muhammad yang memiliki julukan Al Amin. Ia menjadi Nabi terakhir. Andai kata ia tidak ada, Allah tak akan menciptakan Adam berserta Nabi dan Rasul lainnya. Ia sebagai penutup para Nabi. Anda akan menjadi pemeluk agamanya. Anda akan menjadi pembantu dekatnya. Demikianlah tafsir mimpi yang Anda alami," papar si pendeta Nasrani.

Tak hanya itu, si pendeta pun melanjutkan perkataannya.

"Sifat dan ciri-ciri lelaki bernama Muhammad itu telah kudapatkan dalam kitab Taurat, Zabur, dan Injil. Sesungguhnya aku telah memeluk Islam untuknya. Akan tetapi kulakukan dengan sembunyi-sembunyi karena takut dengan ancaman orang Nasrani lainnya," sambung si pendeta.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Mendengar penjelasan tersebut, hati Abu Bakar berdebar-debar. Ia ingin sekali bertemu dengan lelaki yang dikatakan si pendeta itu, pria bernama Muhammad dari Bani Hasyim.

Sesegera mungkin Abu Bakar pergi kembali ke tempat penginapannya dan berkemas pulang ke Makkah. Dicarinya lekaki bernama Muhammad tersebut, dan Allah mempertemukan Abu Bakar dengan Muhammad.

Setelah bertemu, Abu Bakar selalu memerhatikan Nabi Muhammad. Maka Abu Bakar tak ingin berpisah dengan Rasulullah. Tak sekejap pun Abu Bakar melepas pandangannya dari Nabi Muhammad. Hal itu berjalan hingga beberapa hari.

Hingga suatu saat Nabi Muhammad bertanya pada Abu Bakar, "Setiap hari kulihat kau datang kepadaku dan duduk bersamaku, serta selalu memerhatikanku. Mengapa kau tak masuk Islam?"

Mendengar pertanyaan Nabi Muhammad, Abu Bakar menjawab, "Jika kau seorang Nabi tentunya kau memiliki mukjizat."

Nabi Muhammad pun berkata, "Apa tidak cukup dengan mukjizat yang telah kau lihat dalam mimpimu ketika kau berada di Negeri Syam dan makna mimpimu ditafsirkan seorang pendeta Nasrani yang telah masuk Islam itu?"

Mendengar Nabi Muhammad berkata demikian, Abu Bakar terdiam seribu kata. Berpikir dari mana datangnya ucapan Nabi Muhammad yang tahu semua kisah dirinya tanpa ia ceritakan. Saat itu juga Abu Bakar bersyahadat di depan Rasulullah untuk masuk Islam.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya