Dari tiap-tiap subjek tersebut diambil sampel saliva (air liur) untuk dihitung koloni bakterinya. Hasil analisis statistik yang dilakukan dokter Sagiran ini membuktikan bahwa pengamal sholat tahajud memiliki rata-rata jumlah angka kuman yang lebih sedikit dibandingkan dengan orang biasa yang tidak sholat tahajud.
“Perbedaan koloni bakteri yang tumbuh luar biasa banyaknya yang malamnya tidak tahajud. Bedanya apa? Ini terletak dari wudhu. Orang yang tahajud mesti wudhu dulu. Jadi masyaAllah, ini mukjizat dari Islam,” ujar mantan anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini melansir laman Muhammadiyah Selasa (18/5/2021).
Dengan penelitian ini kita jadi tahu bahwa wudhu dalam Sholat tahajud dapat mengontrol populasi angka kuman di rongga mulut yang dapat mencegah dari masalah-masalah kesehatan pada mulut seperti sakit tenggorokan dan radang gusi.
(Vitrianda Hilba Siregar)