Besok Gerhana Bulan Total, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan Kaum Muslimin

Hantoro, Jurnalis · Selasa 25 Mei 2021 21:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 614 2415461 besok-gerhana-bulan-total-ini-amalan-yang-bisa-dilakukan-kaum-muslimin-7wDoQ68IZk.jpg Ilustrasi Sholat Gerhana Bulan. (Foto: Freepik)

WILAYAH Indonesia akan dapat menyaksikan gerhana bulan total atau Super-Blood Moon pada Rabu 26 Mei 2021. Puncak gerhana ini bisa disaksikan langsung tanpa alat bantu optik pada pukul 18.46 WIB di wilayah barat Indonesia, 19.46 Wita di wilayah tengah Indonesia, dan pukul 20.46 WIT di wilayah Timur Indonesia.

Gerhana bulan total adalah fenomena ketika bidang orbit bulan yang miring 5 derajat membawanya sejajar dengan bidang ekliptika Planet Bumi.

Baca juga: Gerhana Bulan Total Berlangsung 26 Mei, Ini Waktu Terbaik Melihatnya 

Fenomena ini hanya bisa terjadi saat bulan purnama atau ketika Bumi berada di tengah-tengah matahari dan bulan. Hal itu membuat Bumi menghalangi cahaya matahari yang seharusnya diterima bulan.

Dalam ajaran agama Islam, gerhana bulan telah lama dibahas. Kaum Muslimin yang menyaksikannya pun dianjurkan melakukan sejumlah amalan.

Gerhana bulan total.

Hal ini berdasarkan riwayat dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah sholat dan bersedekahlah." (HR Bukhari Nomor 1044)

Baca juga: Gerhana Bulan 'Super-Blood Moon' Segera Terjadi, Apa Itu Gerhana dan Jenis-jenisnya 

Adapun urutan terjadinya gerhana bulan total pada esok hari dan amalan yang bisa dikerjakan adalah sebagai berikut:

Rabu, 26 Mei 2021 Masehi (malam Kamis) atau 14–15 Syawal 1442 Hijriah

- Pukul 16.44.57 WIB: Masuk Fase Umbra 1 (U1)

Mulai mempersiapkan takbir dengan syariat mengumandangkan gema takbir gerhana (karena bayangan inti mulai masuk: Awal Umbra).

- Pukul 18.11.25 WIB: Masuk Fase Umbra 2 (U2)

Setelah Maghrib melanjutkan gema takbir gerhana dan dapat memulai Sholat Gerhana (KhusyufilQamar) berjamaah untuk wilayah masing-masing dan sekitarnya secara serentak (karena bulan akan mengalami kegelapan dalam keadaan tertutup total berwarna merah).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

- Pukul 18.25.56 WIB: Masuk Fase Umbra 3 (U3)

Khotbah Sholat Gerhana dengan tema bahwa gerhana bulan total merupakan kebesaran dan kekuasaan Allah Subhanahu wa ta'ala, dapat disampaikan pula syariat dan hakikat gerhana pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

Baca juga: Kemenag Terbitkan Tuntunan Sholat Gerhana di Tengah Pandemi Covid-19 

- Pukul 19.55.22 WIB: Masuk Fase Umbra 4 (U4)

Melanjutkan gema takbir hingga bulan terbuka kembali bersinar secara sempurna yang berakhir pada pukul 20.49.41 WIB.

- Pukul 20.49.41 WIB: Akhir Fase Samar-samar (P4)

Gema takbir dapat dilanjutkan kembali hingga akhir gerhana. Bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta'ala setelah bulan kembali terbuka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya