Pemerintah Indonesia Harapkan Arab Saudi Segera Umumkan Pelaksanaan Ibadah Haji 2021

Muhammad Refi Sandi, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 614 2418028 pemerintah-indonesia-harapkan-arab-saudi-segera-umumkan-pelaksanaan-ibadah-haji-2021-uocrEwAQ85.jpg Ibadah haji. (Foto:SINDOnews/Dok)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia meminta otoritas Arab Saudi segera mengumumkan terkait pelaksanaan ibadah haji 2021 di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, untuk pemerintah Indonesia dan masyarakat Calon haji agar bersabar menunggu keputusan Saudi Arabia.

Hal ini disampaikan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Eko Hartono saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Senin (31/5/2021).

"Pertama, pemerintah Saudi segera mengumumkan Pelaksanaan haji. Kedua, terkait dengan haji pemerintah Indonesia bisa mengirimkan jamaah hajinya. Ketiga, untuk Calon jamaah haji agar menunggu keputusan Arab saudi. Bagaimanapun keputusan nya harus ikhlas untuk kepentingan bersama," pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diumumkan Haramain Sharifain melalui akun Twitter @hsharifain. Adapun 9 negara yang ditangguhkan yaitu; Argentina, Brasil, Mesir, India, Indonesia, Lebanon, Pakistan, Afrika Selatan, dan Turki.

Baca Juga: Larangan Warga Indonesia Masuk Arab Saudi Bukan Berkaitan dengan Ibadah Haji

Pemerintah Arab Saudi menyampaikan hal itu pada Minggu (30/5/2021) menyebutkan Indonesia masih termasuk dalam negara yang ditangguhkan jamaahnya masuk ke Arab Saudi mulai 29 Mei 2021 hingga menunggu informasi lebih lanjut. Sementara waktu ibadah haji kian dekat,

Dalam cuitan itu  Saudi  hanya mengizinkan 11 dari 20 negara yang bisa memasuki wilayah Saudi Arabia. Diantaranya Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Irlandia, Italia, Portugal, Britania, Swedia, Swiss, Perancis, dan Jepang.Sementara itu, tidak ada Indonesia dari daftar nama negara yang diperbolehkan datang ke Saudi tersebut.

Baca Juga: Menag Yaqut Belum Dapat Kepastian dari Arab Saudi Tentang Ibadah Haji

"Sebenarnya penangguhan ini sebagai tidak lanjut dari pengumuman sebelumnya di tanggal 2 Februari 2021. Itu Saudi menangguhkan orang-orang yang berasal dari 20 negara termasuk Indonesia. Kemudian setelah di tahap evaluasi alasannya karena perkembangan covid-19 di berbagai negara terutama di 20 negara," ucapnya.

"Sehingga saudi bilang sementara untuk 20 negara enggak boleh masuk. Penangguhan itu bukan bagi warga negaranya tapi siapapun yang berasal dari Indonesia. Misalnya ada orang Malaysia yang berangkat dari Indonesia langsung ke Saudi tidak boleh juga," imbuhnya.

Setelah melakukan tahap evalusi kemudian tanggal 29 Mei 2021, selanjutnya tanggal 30 Mei 2021 itu, kata dia, membolehkan 11 negara untuk masuk. Namun, yang 9 masih ditangguhkan. "Jadi ini kebijakan yang merupakan tindak lanjut dari sebelumnya. Indonesia termasuk ke negara yang ditangguhkan untuk masuk ke Saudi," sambungnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kendati demikian, Eko membantah bahwa status penangguhan tersebut tidak terkait dengan Ibadah Haji tahun ini. Sebab, kerajaan Saudi belum mengeluarkan panduan terkait Ibadah Haji.

"Memang dengan penagguhan ini karena berdekatan dekat Haji. Kita kemudian was-was jangan-jangan nanti kita enggak boleh Haji, Indonesia juga negara lainnya. Karena sembilan negara yang belum boleh masuk itu kebanyakan negara yang mengirimkan haji besar. Paling besar Indonesia, Pakistan, Mesir, Turki," tuturnya.

Tapi, sekali lagi ia menegaskan kebijakan tentang Ibadah Haji belum ada pengumuman resmi dari Arab Saudi. "Jadi memang masih tahap menunggu," terangnya.

Eko pun menjelaskan bahwa Arab Saudi terus melakukan persiapan. Namun, untuk keputusan resmi belum diumumkan.

Beberapa hal seperti Saudi mewajibkan para petugas yang terlibat dalam penanganan haji itu, kesehatan dan kementerian haji itu sendiri itu divaksin dulu. Kemudian mereka juga mengatur mengenai karantina, ada ketentuan mengenai persiapan haji seperti di karantina tiga hari, di vaksin petugasnya.

"Sampai sekarang memang belum ada jadi kita sedang menunggu. kemudian bagi para pengirim jamaah haji menjadi agak kewalahan juga karena waktunya mepet sekali," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, di tanggal 19 Juli 2021 akan jadi puncak haji, bayangkan sekarang sudah awal Juni tinggal 1,5 bulan lagi. Berarti Kita memang mengharapkan mestinya segera mengumumkan. Kalau tidak berat bagi negara Indonesia maupun negara lainnyan untuk mengirim jamaah haji.

"Singapura sudah bilang tidak mengirim haji karena pertu buhan covid juga. Malaysia walaupun tidak di banned tapi dengan kasus yang melonjak itu mungkin juga enggak, berdasarkan informasi yang kita dengar mereka juga pesimis. Beberapa negara memang sudah memutuskan untuk tidak mengirimkan haji dan beberapa negara pesimis," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya