Belajar Sabar dari Abu Qilabah, Sahabat Nabi yang Terakhir Wafat di Padang Tandus

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 02 Juni 2021 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 330 2418627 belajar-sabar-dari-abu-qilabah-sahabat-nabi-yang-terakhir-wafat-di-padang-tandus-SNzxdDjf5M.jpg Kisah sahabat nabi. (Foto: Freepik/Ilustrasi)

“Menurut teori syariah, menurut pemahaman agama yang jelas saya yakini, kalau anak sholeh, dia sholat, dia jaga ibadahnya sama Allah, dan bakti kepada orangtuanya pasti akan masuk surga. Makanya pria lumpuh tadi mengatakan dirinya yakin anaknya masuk surga,” ucap dai kelahiran Makassar ini.

Tak lama kemudian, sang musafir melihat pria lumpuh itu seketika mengucapkan dua kalimat syahadat, lalu menghembuskan napas terakhirnya. Kebingungannya semakin menjadi lantaran sang musafir yang dalam kondisi kehabisan bekal, lalu kini menemukan orangtua itu dan meninggal dunia di hadapannya.

“Ia keluar dari kemah, nyari informasi ada siapa yang bisa saya minta tolong. Lalu tak lama kemudian lewat empat orang naik kuda,” kata Ustadz Khalid Basalamah.

“Penampilannya kayak orang-orang kerajaan, rapi, kudanya juga rapi. Berjalan menungganggi kuda dengan kecepatan tinggi. Sang musafir memanggilnya, dan dengan hikmah Allah mereka mendengarnya,” tuturnya.

Dihampirilah sang musafir, dan diceritakanlah bahwa terdapat orangtua dengan kondisi lumpuh tanpa tangan dan kaki serta matanya yang buta, baru saja meninggal dunia. 4 orang tadi memintanya untuk mengulang yang dikatakan, seolah mengenal sosok orangtua yang dimaksud.

“Jenazahnya ditutup dengan kain. Maka saat dibuka wajahnya, 4 orang ini mencium-ciumi jenazah orang lumpuh itu sambil menangis. Pendatang tadi makin tidak mengerti mengapa mereka menangis, dan siapa sebenarnya orang itu. Lalu ditanya, “Kau tidak kenal dengan orang ini? Ini Abu Qilabah, ini sahabat Nabi satu-satunya yang masih hidup, ini orangnya. Ia sudah lama kami cari karena disuruh oleh raja untuk jadi hakim. Dia melarikan diri karena tidak mau menjadi hakim, sampai tinggal di padang pasir. Ini orang (pria lumpuh) terkenal akan kesalehannya, doanya mustajab,” ungkapnya.

Maka, anak muda musafir tadi menangis seraya mengucap Alhamdulillah dan bersyukur karena telah dipertemukan dengan orang saleh tersebut yang ternyata merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam

Itulah sosok Abu Qilabah, sahabat Rasulullah yang hidup di daerah terpencil nan tandus. Sosoknya yang terkenal akan takwanya kepada Allah seakan tak terbantahkan dengan kesabaran yang ia miliki.

Dalam kondisi cacat tanpa tangan dan kaki, bahkan kedua mata, ia tak sedikitpun lupa untuk bersyukur memuji Rabb-nya di tengah segala ujian berat yang dihadapi. Kesabaran serta kesyukuran Abu Qilabah inilah yang patut menjadi panutan bagi kita semua.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya