Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyuluh Agama Disiapkan Jadi Benteng Awal Pencegahan Gratifikasi

Vitrianda Hilba Siregar , Jurnalis-Jum'at, 04 Juni 2021 |16:57 WIB
Penyuluh Agama Disiapkan Jadi Benteng Awal Pencegahan Gratifikasi
Penyuluh agama dapat menjadi pihak pengendali gratifikasi. (Foto: SINDOnews/Ilustrasi)
A
A
A

Fuad mengungkapkan Ditjen Bimas Islam sejak tahun 2020, sudah mempunyai program bimbingan teknis penguatan kompetensi penceramah agama. Selain menekankan tentang kompetensi penyampaian dakwah keagamaan, program ini juga berkaitan dengan wawasan kebangsaan bagi para penyuluh.

"Apabila dikolaborasikan dengan konten-konten muatan tentang gratifikasi antikorupsi ini sangat bagus sekali. Ini akan menjadi masukan bagi kami untuk memperkaya muatan bimbingan teknis yang akan kita lakukan," ujar Fuad.

Fuad menyampaikan agama mempunyai peran yang sangat strategis dalam membentuk moral manusia agar tidak melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan, melanggar norma-norma agama, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Syamsul Bahri yang juga turut hadir dalam rapat virtual ini meminta agar adanya kesamaan pandangan antara penyuluh agama Islam dengan penyuluh agama lainnya dalam menjalankan program sosialisasi pencegahan gratifikasi ini.

"Menurut saya agar semua penyuluh agama turut dihadirkan, hal ini agar adanya kesamaan pandangan dan mengakrabkan para penyuluh. Kementerian Agama juga sangat berkepentingan karena penyuluh merupakan ujung tombak kita," ujarnya.

(Vitrianda Hilba Siregar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement