Penyuluh Agama Disiapkan Jadi Benteng Awal Pencegahan Gratifikasi

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 04 Juni 2021 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 614 2420265 penyuluh-agama-disiapkan-jadi-benteng-awal-pencegahan-gratifikasi-JzfgoJscuN.jpg Penyuluh agama dapat menjadi pihak pengendali gratifikasi. (Foto: SINDOnews/Ilustrasi)

JAKARTA -  Penyuluh agama ternyata bukan hanya berperan menebar ilmu tentang agama namun juga dapat menjadi benteng awal sebagai pihak yang dapat  pengendalian gratifikasi. Nah, untuk hal ini Kementerian Agama dan KPK melakukan optimalisasi peran mereka.

Acara ini berlangsung secara virtual yang turut dihadiri jajaran Direktorat Jenderal Bimas Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, Jumat (4/6/2021).

Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengatakan program diseminasi anti gratifikasi dan anti korupsi dengan melibatkan penyuluh agama merupakan hal yang sangat strategis. Terlebih, jika mereka dibekali dengan pemahaman wawasan pengetahuan tentang seluk beluk tindakan pencegahan korupsi dan gratifikasi.

"Ditjen Bimas Islam dengan potensi penyuluh agama yang cukup besar baik PNS maupun non-PNS merupakan agen perubahan yang sangat potensial sekali terkait program ini," ujar Fuad di Jakarta.

Baca Juga: Kisah Haru Calhaj Gagal Berangkat, Rela Jual Tanah Demi Menyentuh Tanah Suci

Fuad mengungkapkan Ditjen Bimas Islam sejak tahun 2020, sudah mempunyai program bimbingan teknis penguatan kompetensi penceramah agama. Selain menekankan tentang kompetensi penyampaian dakwah keagamaan, program ini juga berkaitan dengan wawasan kebangsaan bagi para penyuluh.

"Apabila dikolaborasikan dengan konten-konten muatan tentang gratifikasi antikorupsi ini sangat bagus sekali. Ini akan menjadi masukan bagi kami untuk memperkaya muatan bimbingan teknis yang akan kita lakukan," ujar Fuad.

Fuad menyampaikan agama mempunyai peran yang sangat strategis dalam membentuk moral manusia agar tidak melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan, melanggar norma-norma agama, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Syamsul Bahri yang juga turut hadir dalam rapat virtual ini meminta agar adanya kesamaan pandangan antara penyuluh agama Islam dengan penyuluh agama lainnya dalam menjalankan program sosialisasi pencegahan gratifikasi ini.

"Menurut saya agar semua penyuluh agama turut dihadirkan, hal ini agar adanya kesamaan pandangan dan mengakrabkan para penyuluh. Kementerian Agama juga sangat berkepentingan karena penyuluh merupakan ujung tombak kita," ujarnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya