Nenek Berusia 130 Tahun di Aceh Masih Sehat, 10 Anaknya Lebih Dulu Wafat

Jamal Pangwa, Jurnalis · Senin 07 Juni 2021 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 614 2421503 nenek-berusia-130-tahun-di-aceh-masih-sehat-10-anaknya-lebih-dulu-wafat-azOTZqVKNN.jpg Nenek Maimunah tampak sehat dan wajah cerah bersama anaknya Hafsah. (Foto: Celebrities/id))

PIDIE JAYA -  Usia tidak menjadi ukuran akan tiba waktu kematian. Tua dan muda tidak menjadi patokan serta jabatan dan kekayaan juga tidak menjadi jaminan dan pada waktunya, manusia akan dijemput maut.

Rasulullah SAW menyampaikan sebuah hadis Qudsi yang berbunyi: “Wahai anak cucu Adam, kematian itu laksana pintu dan setiap manusia akan memasukinya.” Sungguh, Kematian adalah sebuah keniscayaan yang tidak seorangpun bisa melepaskan diri.

Tak mungkin seorang pun lari dari kematian 

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

Baca Juga: Heboh Dai Kondang dan Anak Berseteru di Medsos, Saling Nasihati dengan Cara Sopan

 Harus diyakini kematian tak bisa dihindari  

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

Pelajaran soal kematian ini dapat dipetik dari kisah nenek bernama Maimunah, warga Gampong Blang Miroe Tunong, Kecamatan Bandar Dua Ulee Glee, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, memiliki umur 130 tahun.

Baca Juga: Belajar Memahami Urusan Berebut Rezeki dari Kawanan Anjing

Wanita tua yang biasa dipanggil, Nek Munah ini masih bisa beraktivitas. Nek Munah ini masih memiliki tenaga layaknya nenek lain yang masih berumur sekitar 70 tahun. Nek Munah, tinggal bersama anak ketiganya bernama Hafsah dan cucu beserta cicit-cicitnya.

Menurut anaknya Hafsah, saat ini Nek Munah tinggal bersamanya di gubuk yang sederhana. Nek Munah ini sempat menikah dua kali, semasa gadisnya sekira tahun 1900-an, sang nenek menikah dengan suami pertama namun tidak dikaruniai anak. Pernikahan keduanya dengan suami yang bernama Muhammad Dali dikaruniai 12 anak.

Namun 10 di antaranya telah berpulang ke Rahmatullah dan hanya 2 orang anaknya masih hidup sampai sekarang. Usman M Dali anak ke-2 sekarang berumur sekira 78 tahun dan Hafsah M. Dali berusia 75 tahun.

Setahun lalu, ibu masih tinggal di rumah peninggalan almarhum suaminya di seberang jalan depan rumahnya, namun sudah beda desa yaitu Gampong Beurasan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Karena sudah renta tidak mungkin kami membiarkan ibu sendiri. Walaupun sampai sekarang beliau masih menuntut agar rumahnya dibangunkan kembali karena rumahnya yang dulu sudah tiada," kata Hafsah.

Demi menyenangi hati ibunda tercinta, Hafsah bersama abangnya Usman telah membelikan beberapa material untuk membangun kembali gubuk di lahan yang berada di seberang jalan tersebut.

Semasa saya masih muda dulu sampai saat ini, ibu sudah membantu orang lain dengan mengobati penyakit seperti muntah darah akibat serbuk dan lainnya. "Ibu mengobati orang sakit dengan berdoa kepada Yang Maha Kuasa serta memberikan ramuan racikannya," ucap Hafsah

Saat ini, keadaan kedua matanya masih bisa melihat dengan jelas. Begitu juga rambutnya yang masih belum beruban. Untuk pendengarannya sudah kurang pas begitu juga pembicaraan tidak begitu jelas lagi, lantaran lidahnya sudah mulai menciut dan giginya sudah tiada.

Meski sudah berusia sangat renta, nenek Maimunah ternyata masih sanggup melakukan pekerjaan rumah sehari-harinya. Dengan bantuan tongkatnya, dia masih bisa berjalan-jalan sendiri dan melakukan aktivitas hariannya seperti mandi dan salat.

Nek Munah yang terlihat putih bersih dan berseri ini juga merupakan sosok yang selalu berserah diri pada Allah Maha Kuasa. Dia selalu tersenyum bahagia saat disapa orang lain.

Tak hanya itu, dia juga selalu rajin menjalankan ibadah sholat 5 waktu, shalat sunah dan shalat tahajud. Begitu adzan berkumandang, dia akan segera bangkit mengambil air wudhu dan bersiap untuk salat. Bahkan saat duduk beristirahat dari mulutnya ia selalu berzikir dan bertasbih. Dia mendoakan kepada siapa saja tamu yang menjenguknya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya