Jamaah Haji Gagal Berangkat, Bagaimana dengan Pengelolaan Dana Calhaj

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 614 2423003 jamaah-haji-gagal-berangkat-bagaimana-dengan-pengelolaan-dana-calhaj-3QlCaQvi2v.jpg Jamaah haji Indonesia sebelum pandemi Covid-19. (Foto: Okezone)

JAKARTA -  Jamaah calon haji (calhaj) dibatalkan pemberangkatannya oleh pemerintah akibat pandemi Covid-19. Pemerintah pun terpaksa mengambil sikap pahit itu untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jamaah. Lantas bagaimana dengan dana para jamaah calon haji tersebut?  

Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH tetap optimistis di tahun depan bisa mengejar imbal hasil investasi sebesar 8 persen. Anggota BPKH Benny Wicaksono menjelaskan, saat ini investasi memang tergerus oleh pandemi. Namun begitu, investasi dana haji yang dilakukan oleh BPKH masih tergolong aman. Ada beberapa instrumen yang dilakukan antara lain, investasi langsung ke emas yang cukup menjanjikan.

“Selain itu, mayoritas investasi dilakukan BPKH juga menyasar surat berharga syariah negara (SBSN), Sukuk Korporasi, dan Surat Berharga Korporasi,” tuturnya.

Baca Juga: Sudah 59 Jamaah Calon Haji Ajukan Pengembalian Setoran Pelunasan

Ia menambahkan, investasi yang paling baik saat ini untuk BPKH memang SBSN. Dan bila diperlukan, BPKH bisa menjual SBSN tersebut dengan harga yang cukup menarik.

Dari hasil investasi tersebut, imbal hasil pun beragam. Untuk syariah, mencapai 4 persen lebih, dan surat berharga proyeksinya mencapai 7,5 persen hingga 8 persen.

“Bila kami ambil rata-rata imbal hasil dari semua instrument tersebut di angka 5 persen,” jelas Benny dalam keterangannya, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Berharap Kontribusi Ikatan Ahli Ekonomi Islam Saat Pandemi

Dia juga meyakini, angka 5 persen dalam investasi bukan angka yang cukup baik. Oleh karena itu BPKH juga memasang strategi lain agar imbal hasil ke depannya terus meningkat.

Hal ini perlu dilakukan dikarenakan BPKH bertanggungjawab dalam menutupi subsidi penyelenggaraan Ibadah Haji. “Kami harus menyediakan sekitar Rp7-Rp8 triliun dalam satu tahun. Lalu kami juga harus membayar virtual account, yang tahun lalu kami anggarkan Rp2 triliun untuk jemaah,” terangnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya