MUI Nilai Pemberitaan Covid-19 yang Keliru Berdampak Negatif Psikologi Publik

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 28 Juni 2021 22:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 330 2432273 mui-nilai-pemberitaan-yang-keliru-berdampak-negatif-psikologi-publik-pVZPHVbkHT.jpg KH Cholil Nafis. (Foto: Instagram)

JAKARTA - Pemberitaan tentang Covid-19 yang saat ini beredar membawa dampak negatif bagi psikologi masyarakat. Hal ini disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH. Cholil Nafis.

Sebagai orang yang sedang berjuang sembuh dari Covid-19, dia merasa, berita yang ada terkesan menakutkan dan melemahkan psikologis. Dia berharap, berita yang muncul bisa lebih informatif dan edukatif, bukan selalu fearmongering (menyebar ketakutan).

Baca Juga: 7 Ikthiar dan Doa Menghindari Virus Covid-19 Saat Berada di Luar Rumah

“Saya mendengarkan banyak berita duka belakangan ini dari teman-teman saya. Pemberitaan penguburan massal di media membuat saya khawatir. Solusi terbaik dari saya, adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, ” ungkapnya melansir laman resmi MUI pada Senin (28/6/2021).

Dengan berzikir, kata dia, menjadikannya lebih merasakan ketenangan di tengah banjirnya berita Covid-19 yang menakutkan. Amalan ibadah seperti zikir, sholawat, istighfar, dan membawa Al-Quran membuatnya merasakan ketenangan.

Baca Juga: Alergi, Anda Patut Mencoba Resep Herbal Ustaz Zaidul Akbar

“Berita yang ada hendaknya dibuat untuk menyebarkan pemahaman atau edukasi kepada masyarakat. Jangan terlalu menyebarkan berita yang dapat berdampak negatif bagi psikologi masyarakat, ” ungkapnya.

Sebagai salah seorang pasien Covid-19, Kiai Cholil merasakan betul dan terpengaruh dengan informasi yang beredar di media masa. Berita-berita memburuknya kondisi Covid-19 dan meningkatnya angka kematian akibat Covid-19 membuat kondisinya melemah. Di sela-sela proses isolasi mandiri, dirinya memutuskan memperbanyak amalan ibadah agar hatinya tenang.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Isolasi Mandiri membuat Kiai Cholil banyak memiliki waktu luang. Meski begitu, dia tetap mengisi beberapa aktivitas secara virtual. Di sela-sela waktu luangnya, dia tidak menyiapkan kesempatan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, betapa pun ia berusaha menghindari Covid—19, jika Allah SWT menghendaki positif, maka yang ia bisa lakukan hanya berdoa dan ikhtiar.

“Kepada teman-teman yang hadir dalam acara virtual ini, saran saya, hindarilah aktivitas berkerumun dan patuhi protokol kesehatan. Kalau sudah sakit, rasanya masyaAllah sekali. Akan tetapi, perlu diingat bahwa Allah SWT memberikan musibah pasti ada hikmah di baliknya. Bisa jadi Allah SWT mengangkat dosa kita yang telah lalu. Jadikan momen ini sebagai pendekatan diri kepada Allah SWT, ” pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya