Sholat Idul Adha di Rumah, Begini Panduannya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 330 2443116 sholat-idul-adha-di-rumah-begini-panduannya-Z3Hn41Qwi9.jpg Sholat Idul Adha di rumah. (Foto: Freepik)

SHOLAT Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 H dilaksanakan bersama keluarga di rumah masing-masing masih terkait pencegahan penularan virus Covid-19. Selain itu sedang diberlakukan PPKM Darurat maka diperbolehkan bagi kaum muslimin melaksanakannya di rumah.

Bukan hanya Sholat Idul Adha, sholat wajib lima waktu pada kondisi saat ini dapat dikerjakan di rumah karena kondisi belum dinyatakan kondusif.

Imam Mardawi (wafat 885 H) berkata; 

{وَيُعْذَرُ فِي تَرْكِ الْجُمُعَةِ وَالْجَمَاعَةِ الْمَرِيضُ} بِلَا نِزَاعٍ، وَيُعْذَرُ أَيْضًا فِي تَرْكِهِمَا لِخَوْفِ حُدُوثِ الْمَرَضِ

 “Tidak ada perselisihan ulama, bahwa orang sakit, dibolehkan tidak salat berjama'ah dan Jum'at (dimasjid) ini tanpa ada pertentangan pendapat ulama, boleh juga tidak menghadiri keduanya jika khawatir terjadi/ tertular penyakit.” (al–Inshaf, 2/300)

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Kain Kiswah Kakbah Diganti yang Baru

Ustaz Abu Ibrohim Muhammad Ali AM menjelaskan adapun tata cara Sholat Idul Adha di rumah, maka secara global, sama dengan salat id seperti biasanya.

Perinciannya sebagai berikut;

1. Mandi besar, memakai parfum/ wewangian, dan memakai pakaian yang paling bagus yang dimiliki, dan tidak makan apapun sampai menyembelih kurbannya.

2. Memperbanyak takbir (takbiran) sambil menunggu salat, dengan lafaz,

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Atau, 

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

3. Mulai salat Id ketika matahari mulai meninggi, yaitu awal waktu dhuha, dengan niat dalam hati untuk salat idul adha sebanyak 2 raka'at, tanpa adzan dan tanpa iqamat

Baca Juga: Khutbah Terakhir Nabi Muhammad SAW di Arafah yang Membuat Abu Bakar Menangis Terisak-isak

4. Bertakbiratul ihram, lalu bertakbir lagi sebanyak tujuh kali sebagaimana yang dilakukan Anas bin Malik (lihat Fathul Bari)

Doa iftitah, menurut mayoritas ulama dibaca setelah takbiratul ihram, sedangkan menurut imam al 'Auza'i, doa iftitah dibaca setelah 7 takbir tambahan, dan Imam ahmad membolehkan ini dan itu.

Setiap takbir disertai mengangkat tangan menurut mayoritas ulama, sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa mengangkat tangan hanya pada takbirayul ihram saja.

Di sela-sela takbir-takbir tambahan, disunnahkan membaca puji- pujian kepada Allah, seperti riwayat Ibnu Mas’ud, beliau berkata; 

بَيْنَ كُلِّ تَكْبِيرَتَيْنِ حَمْدٌ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَثَنَاءٌ عَلَى اللهِ

“Di antara takbir yang satu dengan lainnya, ada pujian dan sanjungan kepada Allah 'azza wa jalla.”(HR. al-Muhamili, dinyatakan sanadnya Bagus oleh al-albani dalam al-Irwa’ 3/115)

Baca Juga: Khutbah Sholat Idul Adha di Rumah Ini Cukup Singkat hanya 10 Menit Saja

5. Membaca surat al- Fatihah dan surat lain yang disunnahkan, lalu rukuk, i'tidal, dan sujud dua kali.

6.Kemudian, bertakbir untuk berdiri menuju raka'at ke dua lalu mengulangi takbir sebanyak 5 kali, dan membaca al-fatihah serta surat yang disunnahkan, lalu rukuk, i'tidal, sujud dua kali, tasyahud dan salam.

Yang disunnahkan pada rakaat pertama setelah membaca al-fatihah adalah membaca surah al-A’la dan pada rakaat kedua membaca surah al-Ghasyiyah, atau jika mampu pada rakaat pertama membaca surah al-Qamar dan pada rakaat kedua membaca surah Qaf.

Tetapi jika tidak mampu membaca yang disebut diatas, maka boleh juga membaca surat lain.

Dengan demikian selesailah Sholat Idul Adha sesuai sunnah Nabi.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Catatan;

1.Sholat Idul Adha yang dikerjakan di rumah tidak harus disertai khutbah, berkata Ibnul Qasim;

Semua ulama baik yang mewajibkan shalat Id, atau yang tidak mewajibkan, telah sepakat bahwa khutbah id hukumnya tidak wajib, kami tidak mengetahui seorang ulama pun yang mewajibkannya.

Ibnu Rajab menerangkan, "Boleh salat id dirumah (bagi yang ada udzur) baik sendirian atau berjama'ah."

lalu ia menambahkan; “Akan tetapi, tidak disertai khutbah. (Fathul Bari 6/173)

Komisi Fatwa Saudi Arabia (Lajnah Da'imah) mengeluarkan fatwa:

“Barang siapa tidak shalat Id (karena udzur) dan ingin mengqadha'nya, maka disunnahkan mengqadha'nya seperti tata cara salat id biasanya, tanpa khutbah.”

2.Jika tidak memungkinkan berjama'ah, maka boleh salat id sendirian, ini pendapat mayoritas ulama, Ibnu Qudamah mengatakan,

“…salat yang diqadha' itu dilakukan sesuai tata caranya seperti salat biasanya, sebagaimana mengqadha' salat-salat lain, boleh dilakukan sendirian atau berjama'ah”

3.Boleh mengucapkan selamat hari raya kepada sesama dan saling mendo'akan kebaikan, dan kebiasaan para sahabat Nabi jika selesai salat id, mereka saling mengucapkan taqabbalallahu minna wa minka/ taqabbalallahu minna wa minkum;

Dari Jubair bin Nufair, berkata;

كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

"Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika berjumpa pada hari raya , mereka saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar sanadnya hasan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya