Sejarah Masjidil Haram Tempat Paling Suci dalam Agama Islam

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 615 2443959 sejarah-masjidil-haram-tempat-paling-suci-dalam-agama-islam-IutzWn2NO1.jpg Masjidil Haram. (Foto: Reuters)

AL Masjid Al Haram atau lebih dikenal sebagai Masjidil Haram adalah tempat paling suci dalam agama Islam. Lokasinya terletak di jantung Kota Makkah, Arab Saudi.

Masjidil Haram adalah bagian penting dari ibadah haji yang harus dilakukan setiap Muslim setidaknya sekali dalam hidup jika mampu.

Baca juga: Sejarah Jeddah, Kota Pelabuhan yang Sangat Ramah terhadap Jamaah Haji 

Masjidil Haram memiliki situs-situs penting, termasuk Kakbah, Hajar Aswad, Sumur Zamzam, Maqam Ibrahim, serta Bukit Safa dan Marwa. Masjidil Haram memiliki 13 menara, menjadikannya masjid dengan jumlah menara terbanyak.

Masjidil Haram.

Hingga saat ini banyak renovasi yang telah dilakukan untuk memperluas Masjidil Haram demi meningkatkan kapasitas jamaah dan pengunjung.

Baca juga: Dhat Al-Hajj, Benteng Bersejarah Tempat Berkumpulnya Jamaah Haji 

Dilansir laman Arabnews, perluasan pertama oleh Kerajaan Arab Saudi dilakukan pada 1955 hingga 1973. Dalam perluasan ini 4 menara ditambahkan, langit-langit diperbarui, dan lantai diganti dengan batu buatan serta marmer. Galeri Mas'a termasuk masjid, melalui atap dan selungkup.

Perluasan kedua dilakukan di bawah Raja Fahd pada 1982 hingga 1988. Dia menambahkan area sholat di luar masjid dan sayap baru yang dicapai melalui Gerbang Raja Fahd.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Perluasan ketiga berlanjut pada 1988 dan 2005. Di masa ini perluasan mencakup 18 gerbang, 3 kubah yang sesuai dengan posisinya di setiap gerbang, pemasangan hampir 500 kolom marmer, lantai berpemanas, AC, eskalator, dan sistem drainase.

Perluasan keempat terjadi pada masa pemerintahan Raja Abdullah. Pada 2008, Raja mengumumkan bahwa perluasan akan melibatkan pengambilalihan tanah di utara dan barat laut Masjidil Haram seluas 300.000 meter persegi.

Baca juga: Tidak Banyak yang Tahu, 5 Artis Cantik Ini Sudah Naik Haji 

Pada 2011, rincian lebih lanjut tentang perluasan diumumkan, meliputi area seluas 400.000 meter persegi yang akan meningkatkan kapasitas masjid dari 770.000 menjadi lebih dari 2,5 juta jamaah setelah selesai.

Pada Juli 2015, Raja Salman meluncurkan lima megaproyek sebagai bagian dari Proyek Ekspansi Raja Abdullah seluas 456.000 meter persegi. Proyek ini dilakukan oleh Saudi Binladin Group.

Masjidil Haram.

Namun setelah merebaknya covid-19, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, pada 5 Maret 2020 Masjidil Haram mulai ditutup pada malam hari dengan waktu kehadiran jamaah yang dibatasi. Pada 4 Oktober 2020, umrah dilanjutkan secara bertahap dalam tiga fase.

Fase pertama terbatas untuk warga Arab Saudi dan ekspatriat dari dalam Kerajaan. Hanya diperbolehkan 30 persen dari kapasitas masjid, artinya hanya 6.000 jamaah yang bisa melakukan umrah dan sholat dengan mengenakan masker dan menjaga jarak sosial.

Baca juga: 17 Jamaah Disabilitas Dapat Kesempatan Menunaikan Ibadah Haji 

Fase kedua juga terbatas pada penduduk setempat, dengan cakupan kapasitas 75 persen yang memungkinkan sekira 15.000 jamaah dan 40.000 jamaah memasuki Masjidil Haram sehari.

Fase terakhir mulai dibuka pintu bagi jamaah lokal dan luar Kerajaan untuk melakukan umrah. Ini mencakup 100 persen dari kapasitas Masjidil Haram yang berarti 20.000 jamaah , 60.000 jamaah, dan 19.500 pengunjung diizinkan masuk ke masjid setiap hari, dengan langkah-langkah pencegahan.

Masjidil Haram. (Foto: Rani Hardjanti/Okezone)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya