Mati dalam Kondisi Apapun Jangan Dirisaukan Selama Wafat Dalam Keadaan Muslim

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 330 2445119 mati-dalam-kondisi-apapun-jangan-dirisaukan-selama-wafat-dalam-keadaan-muslim-Xdu4I4cRuk.jpg Mati dalam keadaan sebagai Muslim. (Foto: Shutterstock)

MATI dalam kondisi apapun jangan dirisaukan selama Islam masih dipegang teguh, selama dalam kondisi Muslim. Dalam konteks tersebut ada sebuah syair dan kisah yang disampaikan Mudir Ma'had Nida'us Salam Pekalongan, Ustaz Abul Abbas Thobron. Berikut penjelasannya.

Bismillah,

Ada seorang sahabat berucap Sya'ir sebelum meninggal di tiang gantungan : 

ولست أبالي حين أقتل مسلماً

على أي جنب كان في الله مصرعي

Baca Juga: Nabi Muhammad SAW Selalu Profesional dalam memberi Tugas dan Amanat

Selama aku mati dalam kondisi muslim maka Aku tidak peduli

Mau dibunuh dengan cara apa pun selama matiku di jalan Allah 

وذلك في ذات الإله وإن يشأ

يبارك على أوصال شلو ممزع

Karena itu adalah ketetapan Allah dan jika Allah berkehendak

Baca Juga: Arab Saudi Sukses Kawal Ibadah Haji Bebas Virus Covid-19


Niscaya Dia akan memberkahi potongan jasadku yang sudah disayat-sayat.

Dialah Khubaib bin Ady Al Anshori, dan kalimat tersebut beliau ucapkan di akhir hayat beliau sebelum akhirnya dieksekusi mati oleh orang-orang kafir.

Kisah lengkapnya ada dalam Shohih Bukhori (7 / 378-379 Fathul Bari) dan disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin bab Karomatul Auliya'.

Ringkasan alur ceritanya bahwa Rasulullah mengutus 10 sahabat sebagai intelijen untuk mempelajari kondisi kafir Quroisy, dipimpin oleh Ashim Bin Tsabit Al Anshori.

Di tengah perjalanan rupanya terbongkar rahasia mereka oleh Qobilah Hudzail, akhirnya 100 orang kafir ahli panah keluar dan mengepung para sahabat, sampai akhirnya Ashim dan enam sahabat terbunuh, sedangkan tiga orang tertawan, di antaranya adalah Khubaib.

Baca Juga: Sukses Kawal Penyelenggaraan Haji Saat Pandemi, Arab Saudi Tuai Pujian dari Negara-Negara Islam

Ashim ketika terbunuh jasad beliau mau dicincang oleh orang-orang kafir, namun Allah Ta'ala menjaganya dengan diutus lebah seperti awan yang menutupi jasadnya.

Sedangkan Khubaib ketika sudah mau dieksekusi mati dengan cara disalib, maka beliau minta izin untuk sholat 2 rakaat, kemudian beliau berdoa: 

اللهم أحصهم عدداً، واقتلهم بدداً، ولا تغادر منهم أحدا

"Wahai Tuhanku hitunglah jumlah mereka, dan bunuhlah semua mereka, dan janganlah engkau sisakan seorang pun dari mereka".

Setelah itu beliau melantunkan sya'ir tersebut.

Dan disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa orang-orang kafir takut terhadap do'a Khubaib, akhirnya mereka berkata: "Wahai Khubaib apakah engkau mau jika seandainya Muhammad sekarang di posisimu..?"

Baca Juga: Presiden Vladimir Putin Sebut Islam Memperkuat Kerukunan Rusia

Maka beliau menjawab: "Tidak, aku tidak ingin Nabi Muhammad menggantikanku walaupun cuma sekedar satu duri yang mengenai kaki beliau".

Akhirnya beliau dilempari dengan anak panah, tombak, dan pedang sampai akhirnya beliau syahid di atas kayu salib. Dan Khubaib adalah orang muslim pertama yang mati dengan cara disalib.

"Sahabatku, selama kita bisa Istiqomah di atas Islam dan iman sampai datang ajal menjemput kita, maka ini adalah karunia terbesar yang Allah berikan kepada kita," ujar Ustaz Abul Abbas Thobroni, Mudir Ma'had Nida'us Salam Pekalongan dalam pesan tulisannya.

Sedangkan bagaimana kondisi mati kita dan kondisi jasad kita, maka itu bukanlah hal yang penting bagi kita. Mau mati di Rumah Sakit karena sebab Corona, mati di jalan karena kecelakaan, mati di ranjang rumah karena sakit, atau bahkan mati dengan dicincang jasad kita oleh orang kafir di medan pertempuran, itu tidaklah penting.

Yang terpenting adalah ketika mati kita dalam kondisi Husnul Khotimah, kita mati ditengah ibadah, kita mati ketika sujud, mati ketika berdzikir, mati ketika membaca Al-Qur'an.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Oleh sebab itu maka mari kuatkan imunitas Iman dan ketaqwaan, setelah kuat imunitas jasad dan jaga protokol kesehatan. Jangan sampai gara-gara sibuk menjaga kesehatan badan dan jasad, akhirnya  lupa dengan kesehatan hati dan ruh.

Jangan sampai tenggelam dalam membaca berita-berita tentang Covid membuat lupa untuk membaca Kalamullah.

"Jangan sampai ribut pro-kontranya kita tentang vaksin membuat kita lupa untuk diskusi dan mempelajari ilmu agama, jangan sampai habisnya energi kita untuk membicarakan aib dan keburukan pemerintah dalam penanganan pandemi, melalaikan dari aib dan dosa kita di hadapan Allah," ujarnya.

Baca Juga: 17 Jamaah Disabilitas Dapat Kesempatan Menunaikan Ibadah Haji

"Sahabatku, perjuangan kita masih panjang dan selama ruh masih di kandung badan maka seorang muslim tidak pernah merasa aman. Musuh kita bukan hanya Corona dan pandemi, namun ada musuh yang paling bahaya yaitu syaithon dan hawa nafsu kita yang terus akan menyesatkan kita, apalagi di saat-saat akhir kehidupan kita," paparnya lagi.

Semoga Allah Ta'ala mematikan kita di atas Islam dan Sunnah, dan Allah Ta'ala memudahkan kita untuk membaca kalimat Tauhid yaitu Lailahailallah sebagai penutup ucapan kita. Amin...

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya