Kebiasaan Baik di Waktu Malam, Begini yang Diajarkan Rasulullah SAW

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 330 2447531 kebiasaan-baik-di-waktu-malam-begini-yang-diajarkan-rasulullah-saw-vishIYMrqB.jpg Kebiasaan baik di waktu malam yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. (Foto: Freepik)

KEBIASAAN baik apa di waktu malam yang dilakukan Nabi Muhammad SAW? Kebiasaan baik ini perlu diketahui kaum Muslimin sehingga dapat menghidupkan sunah Rasulullah SAW

Sahabat yang Mulia Abu Barzah radhiyallahu’anhu berkata, 

أنَّ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم كان يكرهُ النَّوم قَبْلَ العِشَاءِ والحَديثَ بَعْدَهَا

“Bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak suka tidur sebelum sholat Isya’ dan (tidak suka pula) berbicara setelahnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Baca Juga: Kementerian Agama Segera Susun Skema Vaksin Booster Terkait Ibadah Umrah

Ustaz Sofyan Ruray menjelaskan, Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, 

قال العلماء : وسبب كراهة النوم قبلها أنه يعرضها لفوات وقتها باستغراق النوم أو لفوات وقتها المختار والأفضل ، ولئلا يتساهل الناس في ذلك فيناموا عن صلاتها جماعة .

وسبب كراهة الحديث بعدها أنه يؤدي إلى السهر ويخاف منه غلبة النوم عن قيام الليل أو الذكر فيه أو عن صلاة الصبح في وقتها الجائز أو في وقتها المختار أو الأفضل ، ولأن السهر في الليل سبب للكسل في النهار عما يتوجه من حقوق الدين والطاعات ومصالح الدنيا . قال العلماء : والمكروه من الحديث بعد العشاء هو ما كان في الأمور التي لا مصلحة فيها ، أما ما فيه مصلحة وخير فلا كراهة فيه ، وذلك كمدارسة العلم وحكايات الصالحين ومحادثة الضيف والعروس للتأنيس ومحادثة الرجل أهله وأولاده للملاطفة والحاجة ومحادثة المسافرين بحفظ متاعهم أو أنفسهم والحديث في الإصلاح بين الناس والشفاعة إليهم في خير والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر والإرشاد إلى مصلحة ونحو ذلك ، فكل هذا لا كراهة فيه

“Para ulama berkata: Sebab dimakruhkan tidur sebelum Isya adalah karena: 

Baca Juga: Rambut Rasulullah SAW Panjang hingga Menyentuh Bahu, Benarkah Demikian?

– Dapat meluputkan sholat Isya pada waktunya, atau waktunya yang terpilih dan afdhal, disebabkan ketiduran.

– Dan agar orang-orang tidak bermudah-mudahan tidur sebelum Isya lalu akhirnya meninggalkan sholat isya berjamaah.

Adapun dimakruhkan berbicara setelah Isya karena:

– Membuat orang begadang dan ketiduran, sehingga tidak sholat tahajjud atau tidak berdzikir di akhir malam.

– Atau tidak sholat Shubuh pada waktunya yang dibolehkan dan waktunya yang terbaik atau afdhal.

– Dan karena begadang di waktu malam menyebabkan malas di siang hari dalam melakukan amalan-amalan agama dan ketaatan kepada Allah serta kemaslahatan dunia.

Para ulama juga berkata: Dimakruhkan berbicara setelah Isya adalah dalam permasalahan yang tidak bermanfaat. Adapun pembicaraan yang bermanfaat dan terdapat kebaikan maka tidak makruh.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Seperti pembicaraan untuk:

– Saling mengajarkan ilmu agama.

– Kisah-kisah orang shalih.

– Menjamu tamu.

– Malam pertama pengantin.

– Bercumbu antara suami istri.

– Menyenangkan anak-anak.

– Memberi wejangan kepada musafir agar menjaga barang dan diri mereka.

– Mendamaikan orang yang bertikai.

– Memberi syafa’at dalam kebaikan.

– Amar makruf nahi munkar.

– Bimbingan kepada kebaikan dan yang semisalnya, maka semua ini tidak dimakruhkan.” [Syarah Muslim, 5/149]

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya