Sahihkah Hadis Soal Meramaikan Masjid Akan Dijauhkan dari Penyakit?

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 330 2447883 sahihkah-hadis-soal-meramaikan-masjid-akan-dijauhkan-dari-penyakit-TbxrjRP3Fa.jpg Sahihkan hadis soal meramaikan masjid akan dijauhkan penyakit? (Foto: Okezone/Ilustrasi)

TIDAK melakukan peribadatan di masjid sudah disampaikan melalui sejumlah fatwa ulama. Alasan fatwa tersebut dikeluarkan dengan pertimbangan perkembangan penyebaran kasus Covid-19 yang terus mengalami peningkatan.

Namun, sayangnya di masyarakat beredar hadis berbunyi seperti ini, “Sesungguhnya apabila Allah ta’ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Allah menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang meramaikan masjid.” Pertanyaannya apakah hadis ini sahih?

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto pernah memberi komentar bahwa hadis tersebut statusnya hadis dhaif atau lemah.

Hal ini diperkuat oleh Ulama Timur Tengah Nashir al-Din al-Albani. Tidak hanya dhaif, hadis tersebut juga tidak sesuai dengan konteks darurat Covid-19 sehingga tidak bisa dijadikan hujjah atau argumentasi hukum.

Baca Juga: Ingat Pesan Rasulullah SAW, Jangan Memaksakan Diri Bekerja di Luar Kemampuan

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ajengan Wawan Gunawan Abdul Wahid menyatakan bahwa jika pun hadis tersebut ada, tidak bisa dimaknai secara harfiah. Sebab ada hadis lain yang justru menganjurkan salat di rumah tatkala hujan lebat.

Sahabat Nabi SAW, Ibnu Abbas, pada suatu hari pernah memerintahkan muazin untuk mengucapkan lafaz ‘Shalluu fi buyutikum‘ sebagai pengganti ‘Hayya ‘ala al-shalaah‘. Kemudian Ibnu Abbas berkata lagi, “Sesungguhnya hal yang demikian ini pernah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku, yakni Nabi Saw. Dan sesungguhnya salat Jumat itu merupakan kewajiban dan aku (Nabi) enggan untuk menyusahkan kalian berjalan menuju masjid dengan kondisi jalan yang berlumpur dan licin.” (HR. Bukhari).

 Menurut Ajengan Wawan, anjuran untuk meramaikan masjid agar dijauhkan dari penyakit belum jelas statusnya.

Baca Juga: Memberi Nama Anak, Siapa yang Paling Berhak ayah atau Ibu?

Sementara itu, hadis tentang anjuran sholat  di rumah karena hujan statusnya sahih sehingga dapat dijadiikan pegangan yang kuat. Bila kondisi hujan saja dibolehkan melakukan ibadah di rumah, apalagi dalam kondisi darurat pandemi seperti saat ini.

“Karena itu, dengan memakai hadis sahih riwayat Bukhari itu saja kita sudah bisa berdalil. Bahkan, saya berani mengatakan bahwa di musim pandemi ini rumah tiap orang bisa menjadi masjid (bagi orang itu),” ujar Ajengan Wawan sebagaimana melansir laman Muhammadiyah pada Kamis (29/7/2021).

Dalam keadaan normal memang seharusnya beribadah di masjid. Tapi, karena situasinya darurat seperti ini, pelaksanaan ibadah berubah untuk tetap menjaga jiwa. Pasalnya, Rasulullah Saw mengajarkan agar tidak boleh berserah diri kepada Allah sebelum berikhtiar.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya