Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

12 Adab Bertetangga yang Baik Menurut Islam

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 24 Agustus 2021 |18:39 WIB
12 Adab Bertetangga yang Baik Menurut Islam
Adab bertetangga menurut Islam. (Foto: Okezone)
A
A
A

ADAB bertetangga diajarkan dalam Islam. Bahkan tetangga adalah orang-orang yang dekat dengan setiap individu setelah keluarga sendiri. Menurut Az-Zuhri dalam kitabnya yang berjudul Marosil Zuhri, yang dimaksud tetangga adalah 40 rumah yang berada pada setiap sisi rumah, depan, belakang serta samping kiri dan kanan.

Sementara itu dalam Islam, terdapat adab-adab dalam bertetangga agar kehidupan harmonis. Berikut ini adalah beberapa tata krama atau adab dalam bertetangga yang dikutip dari kitab Al Adab karya Al Alamah Habib Zein bin Ibrahim bin Zein bin Sumaith Ba’alawi, sebagai berikut:

1. Tidak menyinggung perasaan tetangga dengan perkataan atau perbuatan, karena hal tersebut hukumnya adalah haram, berdasarkan Sabda Rasulullah SAW: 

Baca Juga: Kisah Anak Kecil Minta Dibangunkan dan Diajarkan Sholat Tahajud kepada Ayahnya

( وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ, وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ, وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ) قِيْلَ : وَ مَنْ يَا رَسُولُ اللهِ ؟ قَالَ : (الَّذِي لاَيأْمَنُ جَارُهُ بَوَئِقَهُ). رواه البخاري

“Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman”, Beliau ditanya: “Siapa wahai Rasulullah SAW?” Beliau bersabda: “Yaitu seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (H.R. Bukhori)

2. Tidak mengganggu anak, pembantu, atau barang-barang milik tetangga, berdasarkan hadis: 

عَنْ أَبِي هُرَيرَةَ قَالَ: قَالُوا: يَا رَسُولُ اللهِ فُلاَنَةٌ تَصُومُ النَّهَارَ, وَتَقُومُ اللَّيْلَ, وَ تُؤْذِي جِيرَانَهَا, قَالَ: (هِيَ فِي النَّارِ), قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ, فُلاَنَةٌ تُصَلِّي المَكتُوبَاتِ, وَ تَصَدَّقُ بَالأَتْوَارِ مِنَ الأَقِطِ, وَلاَ تُؤْذِي جِيرَانَهَا, قَالَ: ( هِيَ فِي الجَنَّةِ). رواه البيهقي في شعب الايمان.

Dari (sahabat) Abu Hurairah berkata: Sebagian sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, fulanah selalu berpuasa pada siang hari dan bangun pada malam hari dan mengganggu tetangganya.” Beliau SAW bersabda “Ia di neraka.” sebagian sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, fulanah hanya salat fardlu dan sedekah dengan beberapa biji keju dan tidak mengganggu tetangganya.” Beliau SAW bersabda: “Ia di Surga.” (H.R. Al Baihaqi)

Baca Juga: Sabar Bukan karena Manusia Mampu Melakukan, tapi Atas Izin Allah Ta'ala

3. Mempelajari hak-hak tetangga sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdannya: 

(اِنَّ مِنْ حَقِّ الجَارِ عَلَى جَارِهِ: اِذَا اِذَا مَرِضَ اَنْ يَعُودَهُ, وَاِذَا مَاتَ أَنْ يَتْبَعَ جِنَازَتَهُ, وَاِذَا اسْتَقْرَضَهُ اَنْ يُقْرِضَهُ, وَاِذَا أَصَابَهُ خَيرٌ هَنَّأَهُ, وَاِذَا أصَابَهُ شَرٌّ عَزَّاهُ, لاَ يَسْتَطِيلُ عَلَيهِ فِي البِنَاءِ تَحْجُبُ عَنْهُ الرِّيحَ اِلاَّ بِاِذْنِهِ, وَاِذَا اشْتَرَى فَاكِهَةٌ فَليُهْدِي لَهُ, فَاِنْ لَمْ يُهْدِ لَهُ فَليُدْخِلَهَا سِرًّا, وَلاَ يُعْطِ صِبْيَانَهُ شَيْاً مِمَّا يُغَائِظُونَ بِهِ صِبْيَانَهُ), الزهد لهناد السرى

“Di antara hak-hak tetangga atas tetangganya adalah: Jika ia sakit menjenguknya. Jika ia meninggal dunia, maka hendaklah ikut memakamkan jenazahnya. Jika ia akan meminjam sesuatu maka dipinjami. Jika ia mendapat kebaikan, maka hendaklah mengucapkan selamat kepadanya. Jika ia mendapat musibah, bertakziyah kepadanya. Tidak meninggikan bangunan rumahnya sehingga menghalangi tiupan angin ke rumahnya kecuali dengan izinnya. Jika membeli buah-buahan, maka hendaknya memberinya. Jika tidak ingin memberinya, maka masukkanlah buah-buahan tersebut secara sembunyi-sembunyi. Dan tidak memberi anaknya yang kecil sesuatu yang dapat membuat anak tetangganya cemburu.” (Az-Zuhud)

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement