Mengenal Sholat Awwabin, Ibadah Sunah Orang-Orang yang Taat kepada Allah Ta'ala

Hantoro, Jurnalis · Kamis 26 Agustus 2021 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 614 2461438 mengenal-sholat-awwabin-ibadah-sunah-orang-orang-yang-taat-kepada-allah-ta-ala-0AzM6PMgdg.jpg Ilustrasi sholat awwabin. (Foto: Unsplash)

BANYAK amalan sunah yang bisa dilakukan kaum Muslimin untuk menambah pahala. Salah satunya adalah sholat awwabin. Dari segi bahasa, Awwabun berasal dari bahasa Arab yakni Awab yang artinya 'rujuk'.

Makna Awwab adalah rajja’ atau munib yaitu orang yang sering bertobat (dari dosa dan kesalahan). Sholat awwabin adalah sholat orang-orang yang taat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Dikutip dari laman Rumaysho, Kamis (26/8/2021), Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan bahwa sholat awwabin bisa merujuk pada dua maksud.

Baca juga: Niat dan Tata Cara Sholat Istikharah untuk Memilih Jodoh Terbaik 

1. Sholat awwabin adalah sholat dhuha

Hal ini berdasarkan riwayat hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

لاَ يُحَافِظُ عَلَى صَلاَةِ الضُّحَى إِلاَّ أَوَّابٌ، وَهِيَ صَلاَةُ الأَوَّابِيْنَ

Artinya: "Tidaklah menjaga sholat sunah dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah sholat awwabin." (HR Ibnu Khuzaimah, dihasankan oleh Syekh Al Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib 1: 164)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, "Awwab adalah muthii’ (orang yang taat). Ada pula ulama yang mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang kembali taat." (Syarh Shahih Muslim, 6: 30)

Ilustrasi sholat awwabin. (Foto: Shutterstock)

Baca juga: Bolehkah Muazin Merangkap Jadi Imam Sholat Berjamaah? 

Kemudian dalam riwayat hadis Zaid bin Arqam Radhiyallahu anhu, ia berkata:

خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَهْلِ قُبَاءَ وَهُمْ يُصَلُّونَ، فَقَالَ: صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ إِذَا رَمِضَتِ الْفِصَالُ

Artinya: "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam keluar menuju orang-orang di masjid Quba’ di mana mereka sedang melaksanakan sholat. Maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda, 'Shalat awwabin dilakukan saat anak-anak unta telah kepanasan." (HR Muslim Nomor 748)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Sholat awwabin adalah sholat sunah enam rakaat setelah maghrib

Disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

مَنْ صَلَّى سِتَّ رَكَعَاتٍ بَعْدَ الْمَغْرِبِ لَمْ يَتَكَلَّمْ بَيْنَهُنَّ بِسُوءٍ عُدِلَتْ لَهُ عِبَادَةَ اثْنَتَىْ عَشْرَةَ سَنَةً

Artinya: "Siapa yang sholat enam rakaat bakda maghrib, dan ia tidak berbicara kejelekan di antaranya, maka ia dicatat seperti ibadah 12 tahun." (HR Ibnu Majah Nomor 1167; Tirmidzi Nomor 435. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadis ini dha’if jiddan. Syekh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini dha’if jiddan)

Baca juga: 9 Cara Sholat Menjadi Khusyuk, Berikut Tips dan Kiatnya 

Al Mawardi mengatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam pernah melakukan sholat tersebut dan mengatakan:

هَذِهِ صَلاَةُ الأَوَّابِيْنَ

Artinya: "Ini adalah sholat awwabin." (HR Ibnu ‘Abidin 1: 453. Imam Asy-Syaukani mengatakan bahwa hadis ini disebutkan oleh Ibnul Jauzi bahwa hadis ini terdapat perawi yang tidak diketahui)

Kalau ditelusuri, ternyata hadis yang membicarakan shalat awwabin untuk shalat sunah antara Maghrib dan ‘Isya itu dha’if dari sisi periwayatan hadits. Akan tetapi, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam masih melakukan shalat antara Maghrib dan Isya.

Dari Hudzaifah, ia berkata:

جِئْتُ النبي صلى الله عليه وسلم فَصَلَّيْتُ مَعَهُ الْمَغْرِبَ ، فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ قَامَ يُصَلِّي ، فَلَمْ يَزَلْ يُصَلِّي حَتَّى صَلَّى الْعِشَاءَ

Artinya: "Aku pernah mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam, aku melaksanakan sholat bersama beliau yaitu Sholat Maghrib. Setelah selesai sholat, Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam berdiri lalu melaksanakan sholat lagi (sholat sunah). Beliau terus-menerus shplat hingga datang sholat Isya."

Baca juga: Kapan Batas Akhir Waktu Sholat Isya? Ini Penjelasannya 

Juga ada pemahaman dari sebagian sahabat mengenai sholat antara Maghrib dan Isya. Mengenai firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Artinya: "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan." (QS As-Sajdah: 16)

Disebutkan, "Mereka (sifat orang salih) melaksanakan sholat sunah." Yang dimaksud di sini adalah sholat sunah antara Maghrib dan Isya. Ulama lain seperti Al Hasan Al Bashri menafsirkan ayat itu dengan menyatakan mereka melakukan sholat malam. (HR Abu Daud Nomor 1321. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadis ini dha’if. Syekh Al Albani berpendapat bahwa hadis ini shahih)

Ibnu Mardawaih dalam tafsirnya, dari Anas radhiyallahu ‘anhu berpendapat mengenai ayat tersebut, mereka melakukan sholat (sunah) antara Maghrib dan Isya. Al-‘Iraqi mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid, sebagaimana dinukil dari ‘Aunul Ma’bud.

Baca juga: Apa Hukumnya 3 Kali Tidak Sholat Jumat karena Pandemi? 

Imam Asy-Syaukani dalam Nail Al-Authar (3: 68) berkata, "Ayat dan hadis yang disebutkan dalam bab menyebutkan akan disyariatkannya memperbanyak sholat (sunah) antara Maghrib dan Isya. Hadis-hadis yang ada walaupun dha’if bisa menguatkan satu dan lainnya. Apalagi hadis tersebut membicarakan tentang fadhilah amal. Al-‘Iraqi berkata bahwa ada sahabat yang melakukan sholat antara Maghrib dan Isya yaitu ‘Abdullah bin Mas’ud, ‘Abdullah bin ‘Amr, Salman Al-Farisi, Ibnu ‘Umar, Anas bin Malik dan beberapa kalangan Anshar. Dari kalangan tabi’in, ada juga yang berpendapat seperti itu, contohnya Al-Aswad bin Yazid, Abu ‘Utsman An-Nahdi, Ibnu Abi Mulaikah, Sa’id bin Jubair, Muhammad bin Al-Munkadir, Abu Hatim, ‘Abdullah bin Sakhbarah, ‘Ali bin Al-Husain, Abu ‘Abdirrahman Al-Habli, Syuraih Al-Qadhi, ‘Abdullah bin Mughaffal dan selain mereka. Sedangkan dari kalangan ulama setelah itu ada Sufyan Ats-Tsauri."

Dari kalangan ulama Syafi’iyah, mereka bersendirian mengatakan bahwa sholat awwabin adalah sholat sunah antara Sholat Maghrib dan Sholat Isya. Sholat tersebut dinamakan pula shalat ghaflah, karena dilakukan saat orang-orang ghaflah (lalai), kebanyakan orang di waktu tersebut disibukkan dengan makan malam, tidur, dan lainnya. Ulama Syafi’iyah berpandangan bahwa jumlah raka’at sholat tersebut adalah 20 rakaat. Dalam pendapat lainnya disebutkan hanya 6 rakaat. (Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 27: 135)

Baca juga: Ustadz Firanda Andirja Ungkap Sholat Menyelesaikan Semua Masalah 

Kesimpulannya, kata Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, sholat awwabin adalah sholat dhuha. Bisa juga sholat awwabin dimaksudkan untuk sholat sunah antara Maghrib dan Isya menurut sebagian ulama. Kalau membicarakan dengan jumlah rakaat tertentu (seperti 6 rakaat), hadisnya lemah. Namun kalau tanpa menetapkan batasan rakaat, maka ada contohnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya