Bolehkah Muazin Merangkap Jadi Imam Sholat Berjamaah?

Ahmad Haidir, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 330 2458295 bolehkah-muazin-merangkap-jadi-imam-sholat-HaJKtNs7It.jpg Ilustrasi sholat berjamaah. (Foto: Shutterstock)

DALAM ajaran agama Islam, masih terdapat beberapa ikhtilaf atau perbedaan pendapat antar-ulama terkait hal-hal yang bersifat fikih. Salah satunya adalah perihal muazin atau orang yang mengumandangkan azan merangkap menjadi imam sholat berjamaah.

Pada umumnya di sebuah masjid ataupun majelis, antara muazin dan imam seringnya berbeda orang. Namun dalam kondisi tertentu, tidak menutup kemungkinan seorang muazin sekaligus merangkap sebagai imam dalam sholat berjamaah. Lantas bagaimana hukumnya?

Ada tiga pendapat mengenai muazin merangkap menjadi imam sholat berjamaah dari para ulama, yakni:

Baca juga: Apa Hukumnya 3 Kali Tidak Sholat Jumat karena Pandemi? 

Ilustrasi sholat berjamaah. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

1. Mubah

Ustadz Ammi Nur Baits ST BA mengatakan hukum terkait muazin yang merangkap imam ini menjadi boleh dan sah-sah saja, tidak makruh, tidak juga menjadi sunah, atau mubah apabila terjadi suatu kondisi tertentu.

"Hal tersebut boleh apabila seorang laki-laki berada di sebuah masjid atau majelis yang makmumnya seluruhnya wanita. Atau, bahkan kondisi yang banyak terjadi dan dapat dijumpai di mushola pelosok, yaitu tidak terdapat jamaah sama sekali, maka takmir ataupun petugas mushola tersebut bisa saja merangkap sekaligus (menjadi imam) dalam upaya memakmurkan masjid," jelas Ustadz Ammi, dikutip dari kanal YouTube ANB Channel, Jumat (20/8/2021).

Baca juga: Ini Hukumnya Orang yang Selalu Masbuk dalam Sholat Berjamaah 

2. Sunah

Sementara beberapa ulama lainnya berpendapat bahwa jika seseorang pantas dan layak menjadi muazin dan imam, maka baginya disunahkan menjadi muazin dan imam sekaligus. Hal ini agar dia mendapat dua keutamaan sekaligus, yaitu keutamaan azan dan keutamaan memimpin sholat.

Dalam kitab Mughni Muhtaj, Imam Khatib Al-Syarbini mengatakan sebagai berikut:

يسن لمن صلح الأذان والإمامة الجمع بينهما

Artinya: "Disunahkan bagi orang yang layak untuk azan dan menjadi imam untuk mengumpulkan keduanya."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Makruh

Banyak dari kalangan ulama syafiiyah berpendapat dimakruhkan orang yang mengumandangkan azan lantas menjadi Imam. Dianjurkan agar antara muazin dan imam beda orang. Di antara para ulama tersebut adalah Syekh Muhammad Al Juwaini, Al Baghawi, serta Imam Jabir dan Anas.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Bacaan Amin yang Bisa Sebabkan Sholat Batal 

Ilustrasi sholat berjamaah. (Foto: Freepik)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya