Hari Santri 2021, MUI Ingatkan Islam Wasathiyah yang Menjunjung Toleransi

Widya Michella, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 330 2489941 hari-santri-2021-mui-ingatkan-islam-wasathiyah-yang-menjunjung-toleransi-Np5hXHi8S4.jpg Ilustrasi MUI ingatkan konsep Islam Wasathiyah di momen Hari Santri 2021 ini. (Foto: Sindonews)

DI momen Hari Santri 2021 ini, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Arif Fahruddin mengingatkan bahwa Indonesia memiliki konsep Islam Wasathiyah atau Islam moderat. Sehingga, ajaran Islam identik dengan nilai-nilai toleransi.

"Cara beragama yang paling disukai Allah secara al-hanafiyyatu as-samhatu yang penuh toleransi, respect, dan apresiasi. Bukan beragama dengan marah-marah," kata Arif dalam 'Sharing Ulama Umara Hari Santri Nasional dan Pengukuhan PPFKMTHI' yang disiarkan kanal YouTube Masjid Istiqlal TV, Kamis 21 Oktober 2021.

Baca juga: Hari Santri 2021, Ini Sejarahnya Diperingati Setiap 22 Oktober 

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan jajaran Pengurus Pusat Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir dan Hadis Indonesia (PPFKMTHI) agar memerhatikan dua hal dalam menjaga dan merawat toleransi.

Pertama, karena Alquran dan sunah menurut Jose Casanova memiliki satu sisi yang bersifat ambivalen. "Interpretasinya ada ayat yang harusnya bisa diarahkan untuk mengawal toleransi, namun di sisi lain ada juga bagian-bagian dari ayat ataupun hadis yang bila dipahami tidak secara benar justru akan merusak toleransi," jelasnya.

Adanya ambivalensi pada penafsiran dan praktek agama pun tidak hanya Islam tetapi semua agama. Misalnya ada juga perintah yang "Jika engkau bertemu dengan orang-orang kafir maka bunuhlah dia di mana pun mereka menemuinya".

Baca juga: Hari Santri 2021, Afi Ahmad Ridho Terpilih Jadi Menteri Sehari 

"Ini kan bahaya kalau tidak dimaknai secara metodologi tafsir yang benar. Salah kalau kita bertemu dengan orang yang berbeda agama harus ras inilah ambivalensi itu. Tugas dari teman-teman FKMTHII di satu sisi mengawal merawat penafsiran yang sesuai dengan kaidah," ucapnya.

"Saya mau wakili ketum MUI menggunakan konsep wasathiyah, Islam yang moderat tidak terjebak kepada terlalu ekstrem dan juga tidak terjebak kepada terlalu meremehkan agama. Peran FKMTHII melawan penafsiran-penafsiran yang tidak sesuai dengan Islam rahmatan lil alamin dan melawan intoleran," imbuhnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kedua, agar nilai-nilai yang terdapat dalam Alquran dan hadis itu tidak hanya sebagai kontra penafsiran tetapi memberikan inspirasi dan menjadikan solusi.

"Mari kita jadikan produk-produk dari penafsiran Alquran maupun hadis itu menjadi solusi yang bisa membawa bangsa kepada kemajuan," tuntasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: 10 Link Twibbon Hari Santri 2021 Beserta Cara Menggunakannya, Menarik dan Gratis 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya