Apa Itu Dosa Jariyah dan Apa Saja Contohnya?

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 09:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 330 2491744 apa-itu-dosa-jariyah-dan-apa-saja-contohnya-gGmeSGEnU0.jpg Ilustrasi stop melakukan dosa jariyah. (Foto: Shutterstock)
DOSA jariyah merupakan segala bentuk perbuatan yang melanggar hukum, aturan, dan syariat yang telah Allah Subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya tetapkan untuk seluruh manusia dengan kecenderungan untuk tidak melakukannya. Dialah orang yang mempelopori, menginisiasi perbuatan maksiat atau dosa.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS Yasin: 12)

Baca juga: Keutamaan Menjauhi Dosa-Dosa Besar Allah Ta'ala Hapuskan Kesalahan-Kesalahan Kecil 

Dosa jariyah ini cukup ditakuti manusia, karena terus mengalir, sekalipun orang tersebut sudah meninggal dunia. Hal itu lantaran dosa jariyah akan tetap dilimpahkan kepada orang tersebut, sekalipun dia tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiatnya.

Karena itulah, mengingat betapa bahayanya dosa jariyah ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam mengingatkan umatnya agar berhati-hati, jangan sampai terjebak melakukan dosa ini.

Di antara sumber dosa jariyah yang telah diperingatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adalah mengumbar maksiat kepada publik.

Di antara dosa-dosa jariyah tersebut adalah menyebarkan informasi yang menyesatkan ke publik:

Baca juga: Doa Kafaratul Majelis Hapuskan Dosa Selama Mengikuti Kajian 

1. Memelopori perbuatan maksiat

Memelopori dalam arti, seseorang melakukan perbuatan maksiat itu di hadapan orang lain, sehingga banyak orang yang mengikutinya. Meskipun dia sendiri tidak mengajak orang lain untuk mengikutinya.

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء

"Siapa yang memelopori satu kebiasaan yang buruk dalam Islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka." (HR Muslim)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Orang ini tidak mengajak lingkungan sekitarnya untuk melakukan maksiat yang sama. Orang ini juga tidak memotivasi orang lain untuk melakukan perbuatan dosa seperti yang dia lakukan. Namun orang ini melakukan maksiat itu di hadapan banyak orang, sehingga ada yang menirunya atau menyebarkannya.

Karena itulah, anak Adam yang pertama kali membunuh, dia dilimpahi tanggung jawab atas semua kasus pembunuhan karena kezaliman di alam ini. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

لاَ تُقْتَلُ نَفْسٌ ظُلْمًا إِلَّا كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا

"Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara zalim, melainkan anak Adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu." (HR Bukhari, Muslim, dan yang lainnya)

Baca juga: Kerjakan Amalan Ini, Allah Ta'ala Akan Ampuni Dosa-Dosa meskipun Sepenuh Bumi 

Maka, bisa dibayangkan orang yang pertama kali mendesain rok mini, pakaian you can see, kemudian menyebarkan melalui internet, lalu ditiru banyak orang.

Sekalipun dia tidak ngajak khalayak untuk memakai rok mini, namun mengingat dia yang mempeloporinya, kemudian banyak orang yang meniru, dia mendapatkan kucuran dosa semua orang yang menirunya, tanpa dikurangi sedikit pun.

Baca juga: Kisah Anak Kecil Minta Dibangunkan dan Diajarkan Sholat Tahajud kepada Ayahnya 

Tidak jauh beda dengan mereka yang memasang video porno atau cerita seronok di internet, tidak terkecuali media massa, kemudian ada orang yang nonton atau membacanya, dan dengan membaca itu dia melakukan onani atau zina atau bahkan memperkosa, maka yang memasang di internet akan mendapat aliran dosa dari semua maksiat yang ditimbulkan karenanya.

Termasuk juga para wanita yang membuka aurat di tempat umum, sehingga memancing lawan jenis untuk menikmatinya, maka dia mendapatkan dosa membuka aurat, plus dosa setiap pandangan mata lelaki yang menikmatinya. Meskipun dia tidak mengajak para lelaki untuk memandanginya.

2. Mengajak melakukan kesesatan dan maksiat

Dia mengajak masyarakat untuk berbuat maksiat, meskipun bisa jadi dia sendiri tidak melakukan maksiat itu. Merekalah para juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, menceritakan keadaan orang kafir kelak di akhirat, bahwa mereka akan menanggung dosa kekufurannya, ditambah dosa setiap orang yang mereka sesatkan.

لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

"Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan)." (QS An-Nahl: 25)

Baca juga: Ustadz Adi Hidayat Jelaskan 5 Tingkatan Dosa dan Ampunan dari Allah Ta'ala 

Imam Mujahid mengatakan:

يحملون أثقالهم: ذنوبهم وذنوب من أطاعهم، ولا يخفف عمن أطاعهم من العذاب شيئًا

"Mereka menanggung dosa mereka sendiri dan dosa orang lain yang mengikutinya. Dan mereka sama sekali tidak diberi keringanan azab karena dosa orang yang mengikutinya." (Tafsir Ibn Katsir)

Ayat ini semakna dengan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

,-نْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

"Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikit pun." (HR Ahmad, Muslim, dan yang lainnya)

Baca juga: Puasa Asyura 10 Muharram Mendapat Ampunan Dosa Setahun, tapi Ada Syaratnya 

Juga bisa diperhatikan para propagandis yang menyebarkan aliran sesat, menyebarkan pemikiran menyimpang, menyerukan masyarakat untuk menyemarakkan kesyirikan dan bid'ah, menyerukan masyarakat untuk memusuhi dakwah tauhid dan sunah, merekalah contoh yang paling mudah terkait hadis di atas.

Baca juga: Gus Baha Jelaskan Ada Nakalnya Anak Kecil Tidak Dosa 

Sepanjang masih ada manusia yang mengikuti mereka, pelopor kemaksiatan dan penghasung pemikiran menyimpang, selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, sekalipun dia sudah dikubur tanah.

Termasuk juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain untuk berbuat dosa, sekalipun dia sendiri tidak melakukannya, namun dia tetap mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikutinya. Merekalah para pemilik dosa jariyah.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Ustadz Khalid Basalamah Ungkap Waktu Terbaik Istigfar dan Mohon Ampunan Dosa 

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya