Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ
"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS Yasin: 12)
Baca juga: Keutamaan Menjauhi Dosa-Dosa Besar Allah Ta'ala Hapuskan Kesalahan-Kesalahan Kecil
Dosa jariyah ini cukup ditakuti manusia, karena terus mengalir, sekalipun orang tersebut sudah meninggal dunia. Hal itu lantaran dosa jariyah akan tetap dilimpahkan kepada orang tersebut, sekalipun dia tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiatnya.
Karena itulah, mengingat betapa bahayanya dosa jariyah ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam mengingatkan umatnya agar berhati-hati, jangan sampai terjebak melakukan dosa ini.
Di antara sumber dosa jariyah yang telah diperingatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adalah mengumbar maksiat kepada publik.
Di antara dosa-dosa jariyah tersebut adalah menyebarkan informasi yang menyesatkan ke publik:
Baca juga: Doa Kafaratul Majelis Hapuskan Dosa Selama Mengikuti Kajian
1. Memelopori perbuatan maksiat
Memelopori dalam arti, seseorang melakukan perbuatan maksiat itu di hadapan orang lain, sehingga banyak orang yang mengikutinya. Meskipun dia sendiri tidak mengajak orang lain untuk mengikutinya.
Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:
مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء
"Siapa yang memelopori satu kebiasaan yang buruk dalam Islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka." (HR Muslim)