Share

Rasulullah Makan Sebelum Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang, Ternyata Ini Manfaatnya

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 07:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 330 2537836 rasulullah-makan-sebelum-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang-ternyata-ini-manfaatnya-7nxxpwcHKV.jpg Ilustrasi mengikuti pola makan sehat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI covid-19 belum memperlihatkan tanda-tanda akan berakhir. Apalagi baru-baru ini muncul covid-19 varian baru yakni omicron. Masyarakat pun diimbau selalu menjaga kesehatan, salah satunya melalui pola makan sehat.

"Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pun sangat hati-hati memakan sesuatu. Beliau juga mengatur pola makan supaya terhindar dari penyakit," ungkap Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin saat dihubungi MNC Portal beberapa waktu lalu.

Baca juga: Cegah Sakit Jantung, Terapkan Pola Makan ala Rasulullah Ini 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam ayat suci Alquran:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS Al Ahzab: 21)

Ayat tersebut berkaitan dengan kehidupan sehari-hari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang patut menjadi panutan, termasuk dalam mengonsumsi makanan atau minuman. Rasulullah selalu makan secukupnya, tidak pernah berlebihan.

"Jika seseorang kebanyakan makan, maka memicu sifat malas dan cenderung banyak tidur sehingga banyak waktu terbuang percuma, energi tidak tersalurkan dengan baik, bahkan menjadikan lemak yang menumpuk yang rentan bersarang penyakit," terang Ustadz Ainul Yakin.

Baca juga: Ada Maling Kabur ke Barat, Abu Nawas Kok Malah Cegatnya di Timur? 

Lebih lanjut ia mengatakan, hal ini juga disampaikan oleh salah satu ulama masyhur terdahulu yaitu Sufyan Ats-Tsauri. Ia menyampaikan, "Jika ingin badan sehat dan tidur tidak berlebihan, maka kurangi makan, sedikitkan makananmu."

Selain itu, berlebihan makan dan minum akan mewariskan hati yang lalai serta lupa diri, menjadi pemalas termasuk lupa kewajibam akan ibadah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

"Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS Al A’raf: 31)

Baca juga: Kisah Bule Cantik Bersama Anak-anaknya Masuk Islam, Langsung Mantap Kenakan Hijab 

"Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengajarkan kepada kita untuk tidak rakus dan tidak mengikuti hawa nafsu mengonsumsi berbagai jenis makanan ke dalam perut hingga berlebihan. Hal ini sejalan dengan kebiasaan Rasulullah yang menyebutkan bahwa beliau tidak pernah makan banyak, berlebihan, tidak pernah makan sampai kenyang," ucap Ustadz Ainul Yaqin.

Kemudian Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam juga sangat sistematis dalam menjaga stabilitas tubuh, termasuk porsi makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Baca juga: Bacaan Zikir Pagi Hari Ini, Rabu 26 Januari 2022M/23 Jumadil Akhir 1443H 

Rasululullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ ؛ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ ؛ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

"Tidak ada wadah yang dipenuhi anak Adam yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah anak Adam mengonsumsi beberapa suap makanan untuk menguatkan tulang rusuknya. Kalau memang tidak ada jalan lain (memakan lebih banyak), maka berikan sepertiga untuk (tempat) makanan, sepertiga untuk (tempat) minuman dan sepertiga untuk (tempat) nafasnya." (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Hal terpenting lainnya adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam selalu mengonsumsi makanan dan minuman halal. Ini sangat berpengaruh untuk kesehatan, khususnya mencegah berbagai penyakit yang menyerang anggota tubuh maupun hati.

فَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَڪُمُ ٱللَّهُ حَلَـٰلاً۬ طَيِّبً۬ا وَٱشۡڪُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ

"Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah." (QS An-Nahl: 114)

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Rabu 26 Januari 2022M/23 Jumadil Akhir 1443H 

"Tentunya makan makanan yang halal itu akan lebih berkah, terhindar dari dosa. Jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah kita makan, karena itu sangat dianjurkan supaya apa pun yang masuk ke tubuh berdampak positif," papar Ustadz Ainul Yaqin.

Kemudian, lanjut dia, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam khususnya di dalam syariat Islam memiliki adab ketika sedang makan.

Baca juga: Ustadz dr Zaidul Akbar Bagikan Kisah Ikhtiar Langit Penderita Kanker, Bisa Sembuh Tanpa Operasi 

"Makan dengan tangan kanan, mengunyah makanan dengan baik, tidak tergesa-gesa menelan makanan, makan dengan duduk tidak berdiri, dan berhenti sebelum kenyang," pungkas Ustadz Ainul Yaqin.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini