Share

Rasulullah Sering Bantu Pekerjaan Rumah Istri, Ternyata Ini Keutamaannya

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 31 Januari 2022 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 31 330 2540342 rasulullah-sering-bantu-pekerjaan-rumah-istri-ternyata-ini-keutamaannya-fPdJvclPTx.jpg Ilustrasi mencontoh akhlak Rasulullah membantu istri menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. (Foto: Shutterstock)

SALAH satu akhlak mulia Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang patut dicontoh umat Islam adalah ikut turun tangan membantu pekerjaan rumah tangga para istrinya. Ini tidak terjadi melainkan karena tingginya kemuliaan akhlak yang beliau miliki. Dalam sebuah riwayat hadis dijelaskan mengenai hal tersebut:

عَنْ عُرْوَةَ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ أي شَيْءٌ كَانَ يَصْنَعُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ عِنْدَكِ؟ قَالَتْ: “مَا يَفْعَلُ أَحَدُكُمْ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ يَخْصِفُ نَعْلَهُ وَيُخِيْطُ ثَوْبَهُ وَيَرْفَعُ دَلْوَهُ”

"Urwah bertanya kepada Aisyah, 'Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tatkala bersamamu (di rumahmu)?' Aisyah menjawab, 'Beliau melakukan seperti apa yang dilakukan salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya. Beliau mengesol sandalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember'." (HR Ibnu Hibban)

"Maa Syaa Allah. Di tengah kesibukannya yang luar biasa padat berdakwah, menjaga stabilitas keamanan negara, berjihad, mengurusi ekonomi umat, dan lain-lain; beliau masih bisa menyempatkan diri mengerjakan hal-hal yang dipandang rendah oleh banyak suami di zaman ini. Andaikan saja para suami mau mempraktikkan hal-hal tersebut, insya Allah keharmonisan rumah tangga akan langgeng," uangkap Ustadz Ady Kurniawan Al Asyrofi dalam keterangannya kepada Okezone.

Baca juga: Ini Hukum Merayakan Imlek bagi Muslim Tionghoa 

Ia melanjutkan, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pun selalu berpenampilan prima di hadapan istri dan keluarganya. Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha, salah satu istri Rasulullah menyampaikan:

“أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ.

"Nabi Shallallahu alaihi wassallam jika masuk ke rumahnya, hal yang pertama kali beliau lakukan adalah bersiwak." (HR Muslim)

Bersiwak atau sikat gigi ketika pertama kali masuk rumah adalah suatu hal yang mungkin tidak pernah terbetik di benak umat saat ini. Tetapi, begitulah cara Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam menjaga penampilannya di hadapan istri dan anak-anak.

Kemudian Tidak bosan untuk terus menasihati istri dan keluarga. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam mengingatkan:

“أَلاَ وَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا”

"Ingatlah, hendaknya kalian berwasiat yang baik kepada para istri." (HR Tirmidzi)

"Artinya seorang suami haruslah berusaha mencari ilmu dan mempraktikkannya dalam rumah tangganya; di antaranya membiasakan diri memaksimalkan dalam beribadah, aktif berkomunikasi dengan anak istri, meluangkan waktu bersama dengan anak istri. Hal ini dilakukan agar menjadi teladan untuk anak istri, dan terhindar dari miskomunikasi, sehingga terhindar dari fitnah yang menyebabkan keretakan dalam rumah tangga," lanjut Ustadz Ady.

Baca juga: Telanjur Hubungan Intim saat Istri Haid, Ini Dendanya Kata Ustadz Khalid Basalamah 

Timbulnya lika-liku dalam kehidupan rumah tangga, terang dia, merupakan suatu hal yang lumrah. Namun, jika hal itu sampai mengotori keharmonisan jalinan kasih sayang antara suami dan istri, atau bahkan menghancurkan bahtera pernikahan, tentulah sangat berbahaya.

Supaya masalah tersebut tidak terjadi, sudah seharusnya ditumbuhkan budaya saling memahami dan menasihati dalam kebaikan antara suami dan istri, khususnya saling mengingatkan dalam hal akhlak dan ibadah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Keutamaan Berakhlak Baik kepada Istri

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ … رواه الترمذي وغيره

"Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, 'Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya." (HR At-Tirmidzi, 3/466; Ahmad, 2/250, dan Ibnu Hibban, 9/483. Dinyatakan sahih oleh Imam At-Tirmidzi)

Dalam kitab Tuhfatul ahwadzi 4/273, hadis yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan berakhlak baik dalam sikap dan perbuatan, karena digandengkan dengan kesempurnaan iman. Ini berarti akhlak yang baik merupakan keimanan yang benar.

Baca juga: Abu Nawas Bikin Imam Syafii Nangis Kejer Gara-Gara Baca Secarik Kertas, Apa Sih Isinya? 

Kemudian berakhlak baik kepada istri lebih ditekankan karena kaum perempuan itu lemah sehingga pantas mendapat perhatian serta kasih sayang yang lebih besar. Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda: "Bersikap lembutlah kepada para wanita." (HR Bukhari 5/2281 dan Muslim Nomor 2323)

Sebagaimana dalam kitab Bahjatun Nadzirin 1/363, hadis tersebut juga menunjukkan bahwa sikap dan perbuatan baik lebih utama untuk ditujukan kepada keluarga serta orang-orang terdekat, apalagi istri sendiri.

Dalam hadis tersebut terdapat anjuran untuk berakhlak baik kepada istri dengan selalu menampakkan wajah berseri-seri, tidak menyakiti, berbuat baik, dan bersabar dalam menghadapinya.

Baca juga: Habib Munzir Ungkap Kasih Sayang Allah: Dosa Dicatat 1, Amal Dibalas hingga 700 Kali Lipat 

Makna inilah yang ditunjukkan dalam firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

"Dan pergaulilah istrimu dengan (akhlak) yang baik. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS An-Nisa: 19)

"Demikianlah teladan kehidupan rumah tangga yang dicontohkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Mari evaluasi diri kita, khususnya akhlak dan perilaku kita terhadap keluarga. Sudahkah kita memperlakukan dengan baik terhadap anak istri, atau justru kita tidak punya waktu untuk mengelola rumah tangga? Istigfarlah: Astaghfirullahalazim wa atuubu ilaihi. Barokallahu fiikum," pungkasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini