RAMALAN menjadi salah satu hal yang dipercaya sebagian orang. Apalagi terkait rezeki, jodoh, dan karier. Ada beberapa orang yang menggunakan jasa dukun.
Semua hal tersebut terkadang menjadi acuan kesuksesan dan kelancaran sebagai bagian dari kehidupan seseorang. Akan tetapi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa KH Asrorun Ni'am Sholeh menentang hal tersebut.
Baca juga: 5 Crazy Rich Mualaf Indonesia yang Banyak Bangun Masjid, Ada Suami Maia Estianty
Ia mengingatkan bahwasannya segala sesuatu hanya bisa bergantung kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, bukan kepada ramalan dukun. Hanya karena embel-embel sebagai "orang pintar", maka bisa menyesatkan keimanan seseorang.
Lebih lanjut KH Asrorun mengatakan, umat Islam memang diharuskan beriman kepada sesuatu yang ghaib. Akan tetapi hal ghaib atau yang tidak terlihat tersebut bukan datang dari manusia, melainkan milik Allah Subhanahu wa ta'ala.
"Ini adalah puncak keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Salah satunya adalah iman kepada sesuatu yang ghaib," ujar KH Asrorun, seperti dikutip dari kanal YouTube iNews Religi, Rabu (8/2/2022).
Baca juga: Viral Ceramah Oki Setiana Dewi soal KDRT, Begini Tanggapan Beragam Ustadz dan Ustadzah
Rasulullah Shalallahu alaihi wassallam (SAW) bersabda, jika seseorang mendatangi dukun untuk permasalahan hidupnya, maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari. Hal ini karena orang yang nekat mendatangi dukun ini lebih percaya kepada ramalan manusia yang tidak jelas mutlak.
"Baru datang saja tidak diterima sholatnya 40 hari," tegas KH Asrorun Ni'am Sholeh.
Oleh karena itu, jelas dia, lebih baik mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala untuk meminta dan memohon petunjuk jika ada kesulitan dalam hidup. Sehingga, keimanan seseorang akan lebih kuat serta terjaga dari hal-hal yang sifatnya mendatangkan kemusyrikan.
Baca juga: Potong Kuku Tidak Boleh Sembarangan, Ustadz Adi Hidayat Ungkap Urutannya Sesuai Sunah
Baca juga: Kisah Nabi Nuh Alami Cobaan Berat, Dakwah 950 Tahun Hanya 80 Orang Beriman
Namun demikian untuk masalah konsultasi bisa meminta nasihat dari orang-orang berilmu, yakni pemuka agama dan kiai-kiai yang memiliki keilmuan cukup untuk memberikan nasihat agar bisa ke arah lebih baik.
"Jadi lebih baik konsultasi dengan ulama kiai yang memang memiliki ilmu syariat," pungkasnya.
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)