Share

5 Kaum yang Diazab dan Dimusnahkan Allah, Ada yang Ditimpa Awan Panas Hitam

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 11 Februari 2022 18:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 11 614 2545917 5-kaum-yang-diazab-dan-dimusnahkan-allah-ada-yang-ditimpa-awan-panas-hitam-SfomXzgmQs.jpg Ilustrasi Allah Ta'ala hancurkan suatu kaum dengan awan hitam panas. (Foto: Shutterstock)

ALLAH Subhanahu wa ta'ala menurunkan para nabi dan rasul untuk menyampaikan kebenaran kepada setiap kaumnya. Akan tetapi hal tersebut banyak yang diingkari dan membuat para utusan Allah Ta'ala tersebut dipojokan juga dimusuhi kaumnya sendiri.

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa ta'ala pun murka dan memberikan azab yang amat pedih kepada setiap kaum yang mengingkari ajakan para nabi. Dikutip dari akun Facebook Hayati, berikut lima kaum yang diazab dan dimusnahkan Allah Ta'ala karena berbuat kemungkaran.

Baca juga: 5 Artis Cantik Korea Mualaf dan Mantap Berhijab, Ada yang Hijrah ke Arab 

1. Kaum Nabi Nuh

Pertama kaum yang dibinasakan secara massaladalah adalah kaum Nabi Nuh Alaihissallam. Allah Subhanahu wa ta'ala membinasakan mereka dengan mendatangkan banjir besar yang menenggelamkan.

Mereka adalah kaum yang durhaka dan tidak mau mendengar seruan Nabi Nuh Alaihissallam. Padahal, ada yang meriwayatkan usia Nabi Nuh mencapai 900 tahun.

Saat itu mereka yang mengikuti Nabi Nuh Alaihissallam hanya berjumlah puluhan. Bahkan anak dan istri Nabi Nuh tidak mau mendengarkan seruannya. Lalu Nabi Nuh berdoa agar segera diturunkan hukuman terhadap kaumnya.

Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan hujan yang sangat deras dan mata air yang memancar dari dalam bumi, hingga , terjadilah banjir yang sangat dahsyat.

Penelitian arkeologis di beberapa tempat mendapatkan keterangan, banjir yang melanda memang sangat luas yakni membentang 600 kilometer dari utara ke selatandan 160 km barat ke timur.

Banjir tersebut telah menenggelamkan sedikitnya empat kota masyarakat Sumeria Kuno yakni Ur, Erech, Shuruppak, dan Kish. Sedangkan kaum Nabi Nuh Alaihissallam yang salih dan hewan diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala di dalam kapal besar.

Dalam Alquran diriwayatkan Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkan Nabi Nuh Alaihissallam untuk mengangkut masing-masing hewan sepasang (jantan dan betina) ke dalam bahteranya (QS Hud: 40).

Baca juga: Cuma Modal Tongkat, Abu Nawas Bisa Tunjuk Titik Tengah Bumi, Raja pun Bingung 

2. Kaum Tsamud

Kemudian ada kaum Tsamud yang dibinasakan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Kelompok ini merupakan yang mengingkari ajaran Nabi Shaleh Alaihissallam. Mereka juga pernah mengadakan sayembara untuk membunuh Nabi Shaleh, namun akhirnya Allah Ta'ala menyelamatkan dari ancaman tersebut.

Lalu untuk menunjukkan tanda kerasulan dan mukjizat Nabi Shaleh Alaihissallam kepada kaum Tsamud, Allah Subhanahu wa ta'ala mengeluarkan seekor unta dari batu. Akan tetapi kaum Tsamud justru membunuh unta tersebut dan menantang adanya azab kepada mereka.

Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala segera mengirimkan azab untuk kaum Tsamud ini. Allah mendatangkan gempa yang luar biasa (QS Al A'raf: 8). Dalam ayat lainnya juga dijelaskan bahwa mereka dikirimkan petir yang sangat dahsyat.

Demikian dahsyatnya bencana yang Allah Subhanahu wa ta'ala timpakan itu, sehingga tiada seorang pun dari kaum Tsamud yang bersisa (QS Hud: 68).

Menariknya adalah meski petir yang diturunkan Allah Subhanahu wa ta'ala untuk mengazab kaum Tsamud sangat dahsyat, bangunan kaum tersebut masih dibiarkan berdiri utuh. Ini dikarenakan sebagai bukti kepada kaum setelahnya bahwa ada kelompok durhaka dan mengingkari kebesaran-Nya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Kaum 'Aad

Selanjutnya yaitu kaum 'Aad hidup pada masa Nabi Hud Alaihissallam yang dimusnahkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Mereka tinggal di daerah yang bernama Al Ahqaf, letaknya di Hadramaut antara Yaman dan Umman. Nabi Hud diutus oleh Allah Ta'ala kepada kaumnya itu agar beriman, namun yang terjadi adalah mereka malah mengingkarinya.

Kaum tersebut menganggap Nabi Hud Alaihissallam hanya manusia biasa, tidak memiliki kemampuan apa pun sehingga dianggap sebagai pembohong saat itu. Nabi Hud juga dinilai bodoh, karena telah menghilangkan kebiasaan leluhur kaum Tsamud (QS Hud: 50).

Baca juga: Berpahala Besar, Ini 8 Sunah di Hari Jumat yang Sangat Sayang jika Dilewatkan 

Kemudian Nabi Hud Alaihissallam tidak menyerah, bertahun-tahun tetap berdakwah menyampaikan kebenaran tentang beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Namun ajakannya itu malah ditolak mentah-mentah oleh kaumnya. Kisah ini dituangkan dalam Surat Al Mukminun Ayat 33–37.

Allah Subhanahu wa ta'ala pun murka dan menurunkan azab kepada kaum tersebut. Allah Ta'ala mengirim angin topan yang sangat dahsyat, sehingga meluluhlantakkan kaum Nabi Hud Alaihissallam itu selama 7 malam 8 hari secara berturut-turut. Kisah musnahnya kaum ini pun tertuang dalam Surat Al Haaqqah Ayat 6–8.

4. Kaum Sodom

Kala itu kaum Nabi Luth Alaihissallam itu diberikan pengetahuan dan kemakmuran yang sangat luar biasa. Akan tetapi, mereka malah melakukan tindakan keji. Maraknya perzinaan hingga penyuka sesama jenis, sampai-sampai melakukan hubungan seksual.

Nabi Luth Alaihissallam pun mengingatkan akan perbuatan tidak terpuji tersebut. Namun kaum Sodom ini malah mengingkarinya dan mengabaikan peringatan dan Nabi Luth (QS Al Qamar: 33–36).

Baca juga: Heboh Haji Metaverse, Ini Pendapat Beragam Dai-Dai Indonesia 

Pada akhirnya Allah Subhanahu wa ta'ala murka dan menurunkan azab kepada kaum ini. Di mana Allah Subhanahu wa ta'ala membalikkan kotanya, gunung-gunung meletus, hingga bebatuan turun menghajar kaum Sodom.

Seketika kaum Sodom langsung tersapu bersih oleh aliran lava panas, hingga bebatuan yang terus menerus menghantam mereka. Sampai pada akhirnya sebagian besar kaum Sodom ini mati dan berubah menjadi batu. Sampai saat ini jenazah membatu kaum tersebut masih ada, dan menjadi bahan penelitian hingga tempat wisata sejarah.

Penelitian arkeologi menyebutkan bahwa kota kaum Sodom ini semula di tepi Laut Mati (Danau Luth) yang terbentang memanjang di antara pembatasan Israel-Yordania.

5. Kaum Madyan

Terakhir kaum yang dimusnahkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala adalah kaum Madyan yang ada pada masa Nabi Syuaib Alaihissallam, semasa hidupnya mereka adalah orang-orang yang keji, berbuat jahat seperti merampok hingga berbuat curang dalam perniagaan (QS Al A'raf: 85).

Ibnu Abbas mengatakan penduduk Madyan merupakan kaum yang sangat melampaui batas. Mereka selalu berbuat curang, misalnya dalam timbangan atau mengambil sesuatu yang bukan pada haknya.

Baca juga: Kisah Toprak Razgatlioglu, Pembalap Muslim yang Libatkan Allah saat Bertanding di Mandalika 

Sebelum diazab oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, mereka dikenal pandai. Menggali gunung-gunung untuk mencari barang berharga dan dijadikan rumah, seperti kaum Nabi Shaleh Alaihissallam (Kaum Tsamud). Rumah-rumah itu hingga saat ini masih bisa dilihat di Madain Saleh, jaraknya sekira 400 kilometer dari Madinah.

Melihat kaumnya yang berbuat curang, maka Nabi Syuaib Alaihissallam langsung mengingatkannya. Selain itu, Nabi Syuaib juga mengajak kaumnya untuk bertobat dan menyembah Allah Subhanahu wa ta'ala. Akan tetapi mereka malah mengingkarinya.

Baca juga: Ini Hukum Memakai Emoticon atau Gambar Makhluk Bernyawa di Aplikasi Pesan Singkat 

Nabi Syuaib Alaihissallam dituduh berbohong dan tukang sihir, sebab mereka tidak percaya dengan mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Syuaib sebagai utusan Allah Subhanahu wa ta'ala (QS Hud: 91).

Kaum Madyan pun menantang Nabi Syuaib Alaihissallam untuk menurunkan azab, jika benar ia adalah seorang nabi. Kemudian Nabi Syuaib berdoa, lalu Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan udara yang sangat panas, kering dan mengerikan lagi terdapat awan hitam yang memayungi kaum tersebut, setelah itu mengeluarkan petir. Mereka terkena sambarannya, percikan api, hingga terbakar.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini