4. Derbent di Dagestan
Kota Derbent di Dagestan dianggap sebagai salah satu permukiman tertua yang masih ditempati. Kota ini memiliki dua tempat suci yang disakralkan, terutama oleh kaum Muslimin di Kaukasus Utara, yakni Permakaman Tutibike dan Kyrkhlyar.
Permakaman Tubitike dibangun antara tahun 1787–1788 Masehi oleh penguasa Derbent dan Kuba, Fet-Ali-Khan, untuk menghormati Tutibike, istri sekaligus pendampingnya dalam memerintah Derbent.
Menurut legenda, Tutibike adalah penguasa yang sangat bijak dan berani. Berkat jasa Tutibike, Derbent berhasil mengatasi pengepungan selama sembilan bulan.
Baca juga: 10 Inspirasi Nama Anak Laki-laki Islami Bermakna Pemimpin Adil dan Bijaksana
5. Reruntuhan Bulgar Besar di Tatarstan
Di tepi Sungai Volga sekira 140 km dari Kazan, ibu kota Tatarstan, terdapat reruntuhan Bulgar Besar, kota kuno yang legendaris. Kota ini adalah salah satu yang terbesar dalam Dinasti Gerombolan Emas pada zaman pertengahan.
Selain reruntuhan kuno, ada Desa Bolgary dan dinding sebuah masjid besar bermenara yang dibangun pada abad ke-13. Di seberang pintu masuk masjid terdapat Makam Utara yang merupakan makam bangsawan Bulgar dan di sebelah timur masjid berdiri Makam Timur yang diubah menjadi gereja Ortodoks pada abad ke-18. Saat ini tempat tersebut menjadi salah satu tujuan ziarah penting bagi umat Islam di Rusia.
Baca juga: Wanita Atheis Ini Tidak Percaya Isra Miraj, Dr Zakir Naik Beri Jawaban Menohok
6. Makam Borga Kash di Ingushetia
Makam Borga Kash merupakan situs bersejarah berusia 600 tahun yang sangat penting, meski asal-usul pendirian makam masih menjadi perdebatan di kalangan ahli sejarah. Ada dugaan makam tersebut dibangun oleh Souve yang cantik jelita di atas makam kekasihnya.
Ada pula yang berkeras bahwa tempat itu merupakan peristirahatan terakhir seorang syekh Arab. Ketika sang syekh merasa kematiannya sudah dekat, ia pergi ke padang rumput dengan seekor unta.
Ia membiarkan sang unta berkeliaran bebas dan memutuskan untuk membangun makamnya di tempat unta itu berhenti. Sementara, para peneliti modern meyakini bahwa makam tersebut adalah makam gubernur setempat yang menjadi wakil penguasa Turki Uzbek.
Hingga kini situs makam Borga Kash masih terawat dengan baik. Tulisan-tulisan Arab masih tampak jelas di atas pintu masuknya.
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)