Share

Dighibahi Orang Lain, Ini Cara Mudah Menangkalnya Kata Gus Baha

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 23 Maret 2022 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 23 330 2566187 dighibahi-orang-lain-ini-cara-menangkalnya-kata-gus-baha-pHc9nfKiLz.jpg KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. (Foto: Istimewa/Jatman)

SAAT ini sering ditemui seseorang yang mudah membicarakan orang lain, salah satunya adalah tentang kejelekan. Hal itu tampaknya sudah dianggap lumrah oleh masyarakat, padahal dalam Islam ada larangan ghibah atau membicarakan orang lain.

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha mengatakan, jika kita dibicarakan orang lain maka harus ingat bahwa mereka pun manusia biasa, juga bukan yang mengatur hidup dan mati manusia. Namun, apabila Allah Subhanahu wa ta'ala yang membicarakannya maka itu adalah masalah.

Baca juga: Humor Abu Nawas: Porak-porandakan Istana Raja Dibantu Lalat Kecil, Mudah Banget! 

"Mereka itu siapa? Ya orang. Lha iya orang. Orang itu bukan yang mengatur hidupku, bukan yang mengatur matiku. Makanya tidak masalah. Kalau yang ngomongin saya Allah, masalah," ujar Gus Baha dalam tayangan di akun Instagram @sabdaulamanu.

Selain itu, tambah Gus Baha, jika hidup kita dibicarakan orang lain, yaitu caranya adalah ingat bahwa kita tidak membutuhkan mereka yang selalu melakukan ghibah. Tapi yang dibutuhkan adalah rahmat dari Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Makanya tidak masalah, jadi kalau sedang diomongin orang ingat saja, kalau mereka juga manusia yang hidupnya bergantung kepada Allah. Kamu juga bergantung kepada Allah. Sama-sama tidak jelasnya, kok susah," tuturnya.

Baca juga: Bacaan Zikir Pagi Hari Ini, Rabu 23 Maret 2022M/20 Syaban 1443H 

Sekali lagi Gus Baha menegaskan, orang lain yang membicarakan kita tidak perlu dianggap. Sebab, mereka bukanlah yang mengatur hidup.

"Saya kalau diomongin orang inginnya susah. Tapi ketika saya ingat dia bukan yang mengatur kehidupanku, dan saya bisa istighna' tidak membutuhkan dia," katanya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Nah, lalu bagaimana aturannya menggunakan media sosial? Apakah berita yang didapat benar-benar dapat ditelan begitu saja. Menyikapi hal, ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa tentang Hukum dan Bermuamalah Melalui Media Sosial.

Empat poin yang ada di dalam fatwa tersebut yakni setiap muslim yang bermuamalah melalui media sosial diharamkan untuk:

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Rabu 23 Maret 2022M/20 Syaban 1443H 

a. Melakukan ghibah, fitnah, namimah, dan penyebaran permusuhan.

b. Melakukan bullying, ujaran kebencian, dan permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antar-golongan.

c. Menyebarkan hoaks serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti info tentang kematian orang yang masih hidup.

Baca juga: Lebih Ampuh dari Pawang Hujan, Karomah Mbah Moen Ini Bikin Takjub Jamaah 

d. Menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syari.

e. Menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan/atau waktunya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini