Share

Catat! 4 Hal Ini Wajib Dijaga Supaya Puasa Ramadan Tidak Sia-Sia

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 25 Maret 2022 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 25 330 2567609 catat-4-hal-ini-wajib-dijaga-supaya-puasa-ramadan-tidak-sia-sia-999AnyK11P.jpg Ilustrasi puasa Ramadan. (Foto: Freepik)

PADA bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia diperintahkan melaksanakan ibadah wajib puasa sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Surat Al Baqarah (2) Ayat 183. Pada ayat 185 di surat yang sama, Allah Ta'ala lebih lanjut berfirman:

….يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ……

Artinya: "… Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu …" (QS Al Baqarah (2): 185)

Baca juga: Terungkap! Masyarakat Jadikan Azan TV sebagai Acuan Buka Puasa Ramadan 

Pada bulan Ramadan, umat Islam diperintahkan untuk meninggalkan makan dan minum mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Sekilas, hal ini menimbulkan kepenatan, keletihan saat siang hari.

Jika ditinjau secara lahiriah, tentu ini akan mempersulit dan membatasi ruang gerak umat Islam. Namun, apabila merujuk Surat Al Baqarah Ayat 185 tersebut, Allah Subhanahu wa ta'ala dengan tegas mengatakan bahwa Allah Ta'ala tidak hendak menyulitkan hamba-Nya.

Ilustrasi puasa Ramadan. (Foto: Daarul Quran)

Allah Subhanahu wa ta'ala bukan membatasi umat Islam untuk makan dan minum. Sebaliknya, Allah Ta'ala menghendaki kemudahan dan kebaikan bagi hamba-Nya. Kebaikan yang dimaksud, salah satunya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam:

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Artinya: "Barang siapa yang berpuasa (di bulan) Ramadan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu."

Dari hadis tersebut dapat dimengerti bahwa dengan berpuasa di bulan Ramadan, Allah Subhanahu wa ta'ala akan mengampuni dosa-dosa terdahulu yang dilakukan oleh umat-Nya. Pertanyaannya, puasa seperti apa yang dikehendaki oleh Allah Ta'ala? Apakah sekadar menahan lapar dan haus?

Baca juga: Jelang Ramadan, 6 Hal Ini Wajib Dipersiapkan: Mulai Jiwa Raga hingga Dana 

Sebenarnya, ada beberapa ketentuan yang mesti diikuti oleh umat Islam ketika menjalankan puasa. Pertama, menjaga mata dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Kedua, menjaga telinga dari mendengar kata-kata yang tidak diridai oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Ketiga, menjaga lisan. Lisan dilarang mengumpat, mengucapkan kata-kata kasar, mengucapkan kata-kata kotor, dan banyak hal-hal terlarang yang mesti dijaga dari lisan.

Keempat, menjaga tangan dan kaki. Tangan dan kaki bisa berbuat maksiat, berbuat hal-hal yang menyakiti atau mengganggu orang lain. Umat Islam mesti melakukan hal sebaliknya yakni mengerjakan hal-hal yang membuat Allah Subhanahu wa ta'ala merasa senang. Maka, selama berpuasa di bulan Ramadan, tangan dan kaki mesti dijaga dari perbuatan-perbuatan yang menyakiti dan mengganggu orang lain.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Khusus untuk menjaga tangan dan lisan, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam memperingatkan kepada umatnya agar senantiasa menjaga keduanya dari kemaksiatan. Nabi bersabda:

المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Artinya: "Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya."

Baca juga: Minta Maaf Jelang Ramadan, Bagaimana Hukumnya Menurut Syariat? 

Dari hadis di atas dapat diambil ibrah bahwa muslim sejati adalah muslim yang menjaga lisan dan tangannya agar orang lain tidak merasa tergangu. Jangan sampai tangan dan lisan melakukan hal-hal usil dan mengganggu orang lain. Perbuatan yang seperti itu akan mengurangi pahala puasa Ramadan.

Satu hal lagi yang tak kalah penting dalam melaksanakan puasa adalah menjaga perut dari makanan-makanan yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Jangan sampai di siang hari berpuasa, menahan makan dan minum, namun di malam hari ternyata makan dan minum hal-hal yang tidak halal, tidak diridai Allah Ta'ala. Bukan itu saja, Allah Ta'ala juga tidak senang dengan hamba-Nya yang makan dan minum secara berlebihan.

Bila ketentuan itu dapat dikerjakan secara maksimal oleh umat Islam, maka diampuni dosanya oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Mudah-mudahan kita dijadikan hamba yang memperoleh ampunan Allah Ta'ala dan keberkahan bulan Ramadan. Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: 13 Inspirasi Nama Anak Islami yang Lahir di Bulan Ramadan, Bermakna Suci hingga Mulia 

Oleh: KH Ahmad Kosasih M.Ag

Pimpinan Dewan Syariah Daarul Quran

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini