Share

Mandi Junub Sebelum Sholat Tarawih Apakah Diwajibkan, Apa Hukumnya?

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Sabtu 02 April 2022 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 02 614 2572161 mandi-junub-sebelum-sholat-tarawih-apakah-diwajibkan-apa-hukumnya-nUdD8yuvkc.jpg Mandi junub sebelum sholat tarawih apakah diwajibkan, apa hukumnya?

JAKARTA - Perkara mandi junub sebelum sholat tarawih dan berpuasa, di antara para ulama berbeda pendapat mengenai batasan minimal atau hal-hal fardhu atau yang harus dilakukan ketika mandi wajib.

Ustadz Ammi Nur Baits ST BA menjelaskan, batasan minimal mandi junub menurut empat mahzab, yakni Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali.

1. Mazhab Hanafi

إن فرائض الغسل ثلاثة: أحدها المضمضة, ثانيها الاستنشاق, ثالثها غسل جميع البدن بالماء

"Sesungguhnya hal fardhu ketika mandi wajib ada tiga: (1) Berkumur-kumur, (2) Istinsyaq (memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya), (3) Mencuci seluruh tubuh dengan air."

2. Mazhab Maliki

فرائض الغسل خمس وهي: النية, تعميم الجسد بالماء, الموالات, دلك جميع الجسد بالماء, تخليل الشعر

"Hal fardhu ketika mandi wajib ada lima: Niat, meratakan air ke seluruh tubuh, beruntun (tanpa diselingi perbuatan lain), menggososk seluruh tubuh dengan air, dan menyela-nyela rambut."

3. Mazhab Syafii

فرائض الغسل اثنان فقط, وهما النية وتعميم ظاهر الجسد بالماء

"Hal fardhu ketika mandi wajib hanya dua: Niat dan meratakan air ke seluruh bagian tubuh yang terlihat."

4. Mazhab Hambali

فرض الغسل شيئ واحد: وهو تعميم الجسد بالماء ويدخل في الجسد الفم ولأنف

"Hal fardhu ketika mandi wajib ada satu yaitu: Meratakan air ke seluruh tubuh, bagian mulut dan hidung termasuk dalam bagian tubuh yang harus dicuci." (Al Fiqh alal Mazahib al-Arba’ah: 62–64)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Namun, ulama besar Arab Saudi Syekh Muhammad bin Sholeh al Utsaimin menambahkan:

أن الغسل المجزئ أن ينوي ثم يسمي ثم يعم بدنه بالغسل مرة واحدة مع المضمضة والاستنشاق

"Batasan minimal seseorang mandi wajib adalah: Berniat, kemudian membaca Basmallah, kemudian meratakan seluruh tubuhnya dengan air sebanyak satu kali, termasuk berkumur-kumur dan Istinsyaq." (Asy-Syarhul Mumti’: 1/306)

"Sehingga dalam hal ini, jika berpedoman pada Mazhab Syafii, selama seseorang telah berniat untuk mandi wajib kemudian ia guyurkan air ke seluruh tubuhnya secara merata, maka mandi wajibnya tetap sah," ujar Ustadz Ammi Nur Baits, dikutip dari laman Konsultasisyariah.

Hal tersebut senada dengan yang disebutkan ulama besar lainnya Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah:

الأفضل أن يتوضأ ثم يغسل سائر بدنه, ولا يعيد الوضوء كما كان النبي ﷺ يفعل ولو اقتصر على الاغتسال من غير الوضوء أجزأه ذلك

"Yang Afdhal adalah: Berwudhu kemudian mencuci seluruh tubuh, dan tidak mengulangi lagi wudhu setelahnya sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu alaihi wassallam, dan apabila seseorang mencukupkan mandi wajib tanpa wudhu maka hal itu sudah sah baginya." (Majmu’atul Fatawa: 11/171)

Tetapi, perlu diketahui bahwa sifat atau cara yang sempurna dalam mandi wajib adalah:

أن ينوي ثم يسمي ويغسل يديه ثلاثا وما لوثه ثم يتوضأ ويحثي على رأسه ثلاثا ترويه ثم يفيض الماء على سائر جسده مع مراعاة تدليكه

"Hendaklah ia berniat, kemudian membaca Basmalah, mencuci telapak tangannya tiga kali, mencuci kotoran yang menempel pada telapak tangan, kemudian berwudhu dan menggosokkan air di kepalanya tiga kali, kemudian mengguyurkan air ke seluruh tubuhnya dengan memperhatikan setiap gosokan tangan pada seluruh anggota tubuh." (Al-Fiqh al-Muyassar: 1/125)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini