Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hal-Hal yang Dimaafkan ketika Berpuasa Ramadan, Nomor 7 Mencium Istri

Hantoro , Jurnalis-Senin, 11 April 2022 |11:11 WIB
Hal-Hal yang Dimaafkan ketika Berpuasa Ramadan, Nomor 7 Mencium Istri
Ilustrasi hal-hal yang dimaafkan ketika berpuasa Ramadan. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

5. Berbekam

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata, "Bahwa Nabi pernah berbekam sedang beliau dalam keadaan berpuasa." (Shahiih Sunan Abi Dawud nomor 2079, Shahiih Al Bukhari Fathul Baari IV/174 nomor 1939, Sunan Abi Dawud VI/498 Nomor 2355, Sunan At-Tirmidzi II/137 nomor 772 dengan tambahan: "… Dan ia dalam keadaan ihram.")

Akan tetapi berbekam dimakruhkan jika khawatir menyebabkan badan menjadi lemah. Diriwayatkan dari Tsabit Al Banani, dia berkata, Anas bin Malik pernah ditanya, "Apakah kalian membenci berbekam bagi orang yang berpuasa?" Dia menjawab, "Tidak, kecuali jika menyebabkan badan menjadi lemah." (Mukhtashar Shahiih Al Bukhari nomor 947, Shahiih Al-Bukhari Fathul Baari IV/174 nomor 1940). Dan termasuk dalam hukum hijamah ini, donor darah, jika orang yang mendonorkan darahnya khawatir akan dirinya, maka dia tidak boleh melakukannya di siang hari kecuali jika terpaksa)

Baca juga: Lailatul Qadar Lebih Baik dari Malam 1.000 Bulan, Ini Ibadah untuk Meraihnya 

6. Bersiwak hingga suntik

Ketika puasa Ramadan diperbolehkan bersiwak, memakai wangi-wangian, minyak rambut, celak mata, obat tetes mata, dan suntikan. Dasar dibolehkannya semua ini adalah hukum asalnya yang terlepas dari larangan (al-Bara’ah al-Ashliyah), jika hal tersebut diharamkan bagi orang yang berpuasa niscaya Allah Subhanahu wa ta'ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjelaskannya.

وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا

"Dan tidaklah Rabb-mu lupa." (QS Maryam: 64)

Baca juga: Bisakah Wanita Haid Mendapat Malam Lailatul Qadar? 

7. Mencium istri

Telah diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, bahwa ia pernah bercerita, "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencium dan bercumbu yang saat itu beliau tengah berpuasa, hanya saja beliau adalah orang paling kuat menahan hawa nafsunya di antara kalian." (Muttafaq ‘alaihi: Shahiih Al-Bukhari Fathul Baari IV/149, nomor 1927, Shahiih Muslim II/777, nomor 1106 (25), Sunan Abi Dawud VII/9 nomor 2365, Sunan At-Tirmidzi II/116 nomor 725)

Wallahu a'lam bishawab.

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement