SETIDAKNYA ada 17 Larangan selama bulan Ramadan yang wajib diketahui kaum Muslimin. Ramadan adalah bulan penuh rahmat yang sudah selayaknya diisi dengan amal kebaikan, yakni kegiatan atau amalan yang baik yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.
Pada bulan Ramadan inilah segala amalan baik akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu wa ta'ala begitupun dengan segala amalan buruk. Sehingga hendaknya umat muslim menjauhi larangan yang dapat menambah dosa.
Untuk itu, hendaknya menghindari larangan tersebut. Terdapat 17 larangan yang harus dipatuhi selama bulan Ramadan. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.
Baca juga: 6 Tanda Malam Lailatul Qadar Berdasarkan Dalil Sahih, Jangan Sampai Terlewat!
1. Makan dan Minum dengan Sengaja
"Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam” (Al-Baqarah: 187). Jelas bahwa makan dan minum dengan sengaja adalah urusan yang membatalkan puasa ramadhan.
Walaupun dilakukan karena sedang tidak berpuasa, misalnya wanita yang haid. Hendaknya tidak melakukannya di depan orang yang sedang berpuasa.
2. Muntah dengan sengaja
Selain makan dan minum, muntah juga bisa membatalkan puasa, apalagi jika muntahnya disengaja. Namun, jika muntah tidak sengaja lantaran sakit tetap bisa melanjutkan puasa.
“Barangsiapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya untuk mengqadha’ puasanya, dan barangsiapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya mengqadha’ puasanya”.
3. Merokok saat puasa
Dari 17 larangan di bulan ramadhan, merokok menjadi salah satu hal yang membatalkan puasa. Meskipun tidak makan dan minum, merokok dapat membuat puasa batal. Bukan hanya saat puasa Ramadhan saja, melakukan puasa lainnya pun merokok tetap dapat membatalkan puasa.
4. Ejakulasi
Kalau melakukan hubungan suami istri atau bersetubuh memang sudah jelas merupakan larangan bulan puasa. Tetapi jika pelukan dan ciuman masih banyak yang mempertanyakan soal hukumnya. Intinya, segala sesuatu yang dapat merangsang dan membuat ejakulasi tentu termasuk membatalkan puasa.
5. Suntikan yang Mengandung Makanan
Saat bulan Ramadhan, melakukan donor darah diperbolehkan ketika sedang berpuasa. Hal itu dinilai sama dengan bekam yang dilakukan Rasulullah.
Hanya saja, tidak diperbolehkan untuk melakukan suntikan yang mengandung vitamin atau makanan sebab sama seperti makan dan minum dan hal itu termasuk membatalkan puasa ramadhan.
6. Sengaja berpuasa bagi wanita yang menstruasi atau nifas
Haid atau nifas adalah kodrat yang dialami oleh kaum wanita. Saat bulan Ramadhan, wanita yang sedang haid atau nifas dilarang untuk berpuasa, bahkan diharamkan untuk berpuasa. Maka dari itu, meski sudah sahur dan menjalankan ibadah puasa namun tiba-tiba keluar darah menstruasi, maka puasanya langsung batal.
Baca juga: Bisakah Wanita Haid Mendapat Malam Lailatul Qadar?
7. Berhubungan seksual saat puasa
Barang siapa kaum muslimin laki laki dan perempuan yang batal puasanya karena mereka telah bersetubuh di waktu siang hari pada bulan Ramadhan, maka menjadi wajib atasnya untuk mengganti puasanya di hari lain dan wajib membayar kaffarah atau denda, yaitu dengan cara memerdekakan seorang budak wanita yang beriman.
Atau jika tidak mampu mereka wajib melakukan puasa selama dua bulan lamanya, atau jika terdapat sebab yang menyebabkan mereka tidak mampu berpuasa karena mungkin dalam kondisi sakit atau sudah berada di usia tua, maka sebagai gantinya wajib atasnya untuk memberi 60 orang makan yaitu kepada orang orang fakir miskin.
Hubungan suami istri bagi pasangan yang telah halal hanya boleh dilakukan di malam hari selain jam puasa, hal ini terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 187, Allah berfirman:“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu.”
8. Emosi yang berlebihan
Menjalankan ibadah puasa artinya menahan hawa nafsu mulai dari terbit hingga terbenamnya matahari. Selain hawa nafsu seksual, umat muslim juga diharuskan menahan emosi selama berpuasa.
Jika seorang yang sedang berpuasa secara tidak sadar mengeluarkan emosi secara berlebihan, maka puasanya batal. Meski ada saja yang tetap melanjutkan puasanya, sesungguhnya mereka hanya menahan lapar dan haus tanpa mendapat pahala berpuasa.
9. Berdusta
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan pengamalannya, maka Allah tidak butuh kepada perbuatannya yang meninggalkan makan dan minum” (HR. Al Bukhari).
Di bulan ramadhan, jika seseorang berpuasa dan melakukan dusta, maka puasa yang dilakukannya percuma. Ia hanya mendapatkan lapar dan haus saja, dusta memang dilarang dilakukan setiap saat, terlebih jika dilakukan di bulan ramadhan.
10. Tindak Kejahatan
Jelas bahwa di bulan Ramadhan adalah waktunya untuk mencari ketenangan dalam melakukan ibadah. Jika ada yang melakukan tindak kejahatan berupa apapun tentu termasuk melanggar larangan bulan puasa.
11. Berkata Kotor
Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda yang artinya, “Apabila seorang diantara kalian berpuasa maka janganlah ia berkata kotor, berteriak-teriak (bertengkar), dan bertindak bodoh. Jika ada orang yang mencela atau mengajaknya bertengkar maka katakanlah, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa (dua kali),” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Maka, umat muslim alangkah baiknya menghindari berkata kotor kapanpun, terutama saat bulan Ramadhan.
12. Membuka Aurat
Larangan membuka aurat juga harus dihindari saat bulan Ramadhan. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, “Malu itu sebagian dari Iman.”
Dalam hadits lainnya Rasul berkata, “Malu dan iman adalah satu, maka apabila dicabut salah satunya maka akan tercabut yang lainnya.”
Membuka aurat terlebih di bulan ramadhan adalah salah satu contoh perbuatan yang dilakukan dengan rasa malu yang kurang, maka hal itu adalah perbuatan dosa.
13. Sikat gigi
Hukum sikat gigi saat puasa ini sebenarnya masih jadi perdebatan karena setiap ulama dan ustadz memiliki pemikiran yang berbeda. Saat puasa Ramadhan bau mulut memang jadi masalah utama yang akan dihadapi.
Beberapa ulama menyebutkan sikat gigi saat puasa adalah hal yang makruh dan bisa membatalkan puasa, apalagi kalau dilakukan setelah waktu dzuhur.
14. Ghibah
Ghibah menjadi suatu hal yang sulit dihindari. Padahal dalam hal ini Nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat,” (H.R. Muslim).
Orang yang membuka aib orang lain seperti isi dari ghibah atau gosip yang ada di televisi adalah dilarang karena aib orang sesungguhnya adalah urusan orang itu sendiri dan manusia tidak boleh membukanya.
15. Mencicipi masakan saat puasa Ramadan
Masalah ini umumnya dihadapi oleh para ibu rumah tangga yang ketika masak harus mencicipi rasa masakannya. Mencicipi masakan saat puasa Ramadhan dapat menjadi hal yang membatalkan puasa.
Apalagi kalau sengaja mencicipi karena tidak yakin akan rasanya. Jika memang sengaja melakukan hal ini banyak ulama yang menyebutkan hukumnya makruh.
16. Berkumur saat puasa
Sama seperti sikat gigi saat puasa, berkumur juga termasuk larangan di bulan Ramadhan. Apalagi jika sengaja berkumur dengan berlebihan dengan tujuan untuk menyegarkan mulut , tentu saja bisa membuat puasa tidak sah.
Seperti yang diketahui pengertian berpuasa salah satunya adalah tidak makan dan minum. Sedangkan berkumur dengan cara berlebihan tanpa sengaja dapat menyebabkan air tertelan.
17. Puasa Tanpa Sholat Wajib
Sebuah ibadah tentunya dilakukan dari yang paling dasar, ketika melakukan ibadah puasa namun tidak menjalankan sholat wajib 5 waktu, sama saja tidak melakukan ibadah puasa. Artinya amal puasa yang dilakukannya adalah percuma.
Demikian 17 larangan yang wajib diingat dan dipatuhi bagi umat muslim di bulan Ramadan. Semoga bermanfaat. Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)