Kedua, pandangan kekaguman atau ketakjuban dari orang yang tidak sedang merasa dengki, tetapi kekaguman tersebut tidak disertai dengan berzikir kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
"Sehingga ain adalah pandangan mata yang kemudian berkembang. Berkembang maknanya bisa mencakup sesuatu hal yang terfokus, karena itu bagian dari ain adalah iri hati," jelas Prof Quraish Shihab.
Baca juga: Kisah Gadis China Atheis Jadi Mualaf Setelah Berteman dengan Pemuda Indonesia di Jerman
Maka tidak heran jika Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menjadikan ‘ain ini sebagai bagian dari sesuatu yang dianggap berbahaya dan patut diwaspadai. Sementara untuk menghindarinya bisa membaca doa ini:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun, dan ‘ain yang menyakitkan." (HR Bukhari)
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)