JAKARTA - Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Ahmad Abdullah menegaskan kegiatan ziarah di Madinah tidak dipungut biaya. Dirinya menjelaskan bahwa kegiatan ziarah tersebut telah masuk ke dalam program paket dalam kontrak pelayanan yang diberikan muassasah.
"Jamaah tidak perlu melakukan ziarah diri sendiri dan perlu kami tegaskan bahwa paket tersebut tanpa dipungut biaya. Sehingga jamaah bisa melaksanakan prosesi ziarah dengan tenang aman dan nyaman," kata Ahmad dalam jumpa pers penyelenggaraan ibadah haji 1444H yang disiarkan secara daring, Kamis,(09/06/2022).
Diketahui, jamaah haji Indonesia yang masuk gelombang 1 mendarat di Bandara AMMA Madinah dan selama 9 hari mereka akan menjalani rangkaian ibadah dan ziarah di Madinah. Kemudian selanjutnya akan diberangkatkan menuju Mekkah untuk melaksanakan umrah wajib dan berbagai ibadah-ibadah lainnya.
Baca juga: Pembatasan Usia Bikin Pasutri Ini Gagal Berangkat Haji Bersama, Istri Tak Kuasa Menahan Tangis
Adapun jamaah haji yang diberangkatkan pada Kamis (9/6/2022) sebanyak 6 kloter yaitu dua kloter dari Jakarta Pondok Gede (JKG), satu Kloter Surabaya, satu kloter Padang, dua kloter Solo dengan total jumlah jamaah sebanyak 2. 366 orang. Sedangkan jamaah haji yang telah tiba di Madinah sebanyak 1.949 orang.
"Sehingga jamaah yang telah diberangkatkan ke tanah suci sebanyak 11.592 jamaah," kata dia.
Abdullah juga mengatakan bahwa pada hari ini pemerintah akan memberangkatkan petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) sebanyak 424 jamaah. Seluruhnya akan disiapkan untuk melayani kedatangan dan proses pelayanan selama jamaah di Mekkah.
Sementara itu, terkait data jamaah yang sakit dan wafat di Arab Saudi sampai dengan saat ini yakni sebanyak 2 orang (sakit) dan dirawat di klinik kesehatan haji Indonesia satu orang. Lalu jamaah wafat tercatat satu orang atas nama Suhati Rahmat Ali binti Haji Rahmat, usia 64 tahun dari kloter 1 Jakarta Pondok Gede Bekasi.