Share

Ini Tata Cata dan Bacaan Sholat Ghaib untuk Mendoakan Eril Putra Ridwan Kamil

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 10 Juni 2022 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 616 2609181 ini-tata-cata-dan-bacaan-sholat-ghaib-untuk-mendoakan-eril-putra-ridwan-kamil-D46mWHd6JB.jpg Ilustrasi tata cara dan bacaan sholat ghaib untuk mendoakan Eril putra Ridwan Kamil. (Foto: Dok Okezone)

TATA cata dan bacaan sholat ghaib sangat penting diketahui kaum Muslimin. Ini untuk mendoakan Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang jasadnya sudah ditemukan setelah 14 hari hilang tenggelam di Sungai Aare, Swiss.

Diketahui bersama bahwa sholat ghaib hukumnya fardhu kifayah berdasarkan keumuman perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam untuk mensholati jenazah seorang Muslim. Rasulullah bersabda:

مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

"Tidaklah seorang Muslim meninggal, lalu disholatkan oleh kaum Muslimin yang jumlahnya mencapai 100 orang, semuanya mendoakan untuknya, niscaya mereka bisa memberikan syafaat untuk si mayit." (HR Muslim nomor 947)

Baca juga: Jasad Eril Ditemukan, Ini Tata Cara dan Bacaan Sholat untuk Jenazah Laki-Laki 

Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga bersabda dalam sebuah hadis:

مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أرْبَعُونَ رَجُلا، لا يُشْرِكُونَ بِالله شَيْئاً إِلا شَفَّعَهُمُ اللهُ فِيهِ

"Tidaklah seorang Muslim meninggal, lalu disholatkan oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun, kecuali Allah akan memberikan syafaat kepada jenazah tersebut dengan sebab mereka." (HR Muslim nomor 948)

Dirangkum dari Muslim.or.id, disebutkan sebelum menunaikan sholat ghaib harus diawali niat agar pelaksanaannya lebih afdhal. Niat cukup disampaikan dalam hati oleh orang yang hendak melaksanakan sholat gaib tersebut.

Eril putra Ridwan Kamil. (Foto: Instagram @emmerilkahn)

Adapun tata cara sholat gaib adalah sebagai berikut:

1. Niat sholat ghaib

Niat sholat ghaib adalah amalan di dalam hati, tidak perlu dilafalkan.

2. Takbir pertama

Takbir pertama membaca taawwudz, kemudian Surat Al Fatihah. Berdasarkan keumuman hadis:

لا صلاةَ لِمَن لم يقرأْ بفاتحةِ الكتابِ

"Tidak ada sholat yang tidak membaca Al Fatihah." (HR Bukhari nomor 756 dan Muslim 394)

Kemudian dalam riwayat Thalhah bin Abdillah bin Auf, ia berkata:

صليتُ خلفَ ابنِ عبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عنهما على جِنازة، فقرَأَ بفاتحةِ الكتابِ، قال: لِيَعْلموا أنَّها سُنَّةٌ

"Aku sholat bermakmum kepada Ibnu Abbas Radhiallahu anhu dalam sholat jenazah. Beliau membaca Al Fatihah. Beliau lalu berkata: 'Agar mereka tahu bahwa ini adalah sunah (Nabi)'." (HR Bukhari nomor 1335)

Lalu tidak perlu membaca doa iftitah sebelum Surat Al Fatihah.

Baca juga: Eril Meninggal Tenggelam Insya Allah Syahid, Ini Dalil Sahih yang Menjelaskannya 

3. Takbir kedua

Melakukan takbir kedua, kemudian membaca salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Berdasarkan hadis dari Abu Umamah Al Bahili Radhiallahu anhu:

أنَّ السُّنَّةَ في الصَّلاةِ على الجِنازة أن يُكبِّرَ الإمامُ، ثم يقرأَ بفاتحةِ الكتابِ- بعدَ التكبيرة الأولى- سِرًّا في نفْسِه، ثم يُصلِّيَ على النبيِّ صلَّى الله عليه وسلَّم، ويُخلِصَ الدُّعاءَ للميِّت في التكبيراتِ، لا يقرأُ فى شىءٍ منهنَّ، ثم يُسلِّم

"Bahwa sunah dalam sholat jenazah adalah imam bertakbir kemudian membaca Al Fatihah (setelah takbir pertama) secara sirr (lirih), kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, kemudian berdoa untuk mayit setelah beberapa takbir. Kemudian setelah itu tidak membaca apa-apa lagi setelah itu. Kemudian salam." (HR Asy-Syafi'i dalam Musnad-nya nomor 588, Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra 7209, dishahihkan Syekh Al Albani dalam Ahkamul Janaiz 155)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

4. Takbir ketiga

Selanjutnya melakukan takbir ketiga, kemudian membaca doa untuk mayit. Berdasarkan hadis Abu Umamah di atas. Di antara doa yang bisa dibaca adalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

"Ya Allah, berilah ampunan baginya dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah ia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah ia dengan air, es, dan salju. Bersihkanlah dia dari kesalahannya sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya semula, istri yang lebih baik dari istrinya semula. Masukkanlah ia ke dalam surga, lindungilah ia dari azab kubur dan azab neraka." (HR Muslim nomor 963)

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا

"Ya Allah, ampunilah orang yang hidup di antara kami dan orang yang telah mati, yang hadir dan yang tidak hadir, (juga) anak kecil dan orang dewasa, lelaki dan wanita di antara kami." (HR At-Tirmidzi nomor 1024, ia berkata: "Hasan shahih")

5. Takbir keempat

Kemudian melakukan takbir keempat. Setelah itu diam sejenak atau menurut sebagian ulama boleh juga membaca doa untuk mayit. Hal yang lebih utama adalah diam sejenak dan tidak membaca apa-apa sebagaimana zhahir dalam hadis Abu Umamah Radhiallahu anhu.

6. Salam

Sifat salamnya sebagaimana salam dalam sholat yang lain. Seperti dalam hadis Ibnu Mas'ud Radhiallahu anhu:

ثلاثُ خِلالٍ كان رسولُ اللهِ صلَّى الله عليه وسلَّم يفعلهنَّ، ترَكَهنَّ النَّاسُ؛ إحداهنَّ: التسليمُ على الجِنازة مِثل التَّسليمِ في الصَّلاةِ

"Ada tiga perkara yang dahulu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam benar-benar melakukannya dan kemudian banyak ditinggalkan orang: Salah satunya salam di sholat jenazah semisal dengan salam dalam sholat yang lain." (HR Ath-Thabrani nomor 10022, dihasankan Syekh Al Albani dalam Ahkamul Janaiz 162)

Salam dilakukan dua kali ke kanan dan kiri serta yang merupakan rukun hanya salam ke kanan saja. Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini