2. Meninggal di hari Jumat
Dari abdullah bin ‘Amr, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
Artinya: "Tidaklah seorang Muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah (siksa) kubur." (HR Ahmad)
"Walaupun sebagian ulama menyebut hadis ini dho'if, setidaknya bisa jadi sumber informasi agar kita termotivasi menjadi orang salih," kata Ustadz Fauzan Amin.
3. Mati berkeringat
Dari Buraidah bin Al Hashib Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:
مَوْتُ المُؤْمِنِ بِعِرْقِ الجَبِيْن
Artinya: "Kematian seorang mukmin dengan keringat di kening." (HR Tirmidzi)
4. Mati syahid
Kategori mati syahid sebagai berikut:
Jabir bin ‘Atik Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wassallam bersabda:
الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ وَالَّذِى يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ
Artinya: "Orang-orang yang mati syahid yang selain terbunuh di jalan Allah ‘Azza wa Jalla itu ada tujuh orang, yaitu korban wabah adalah syahid; mati tenggelam (ketika melakukan safar dalam rangka ketaatan) adalah syahid; yang punya luka pada lambung lalu mati, matinya adalah syahid; mati karena penyakit perut adalah syahid; korban kebakaran adalah syahid; yang mati tertimpa reruntuhan adalah syahid; dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid." (HR Abu Dawud)
Allahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)