Share

Doa Nabi Musa ketika Dalam Kesulitan, Langsung Selesai atas Izin Allah Ta'ala

Miftah H Yusufpati, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 618 2616059 doa-nabi-musa-ketika-dalam-kesulitan-langsung-selesai-atas-izin-allah-ta-ala-kFfBv85XDy.jpg Ilustrasi doa Nabi Musa ketika dalam kesulitan. (Foto: Shutterstock)

DOA Nabi Musa ketika dalam kesulitan dapat dicontoh kaum Muslimin. Melalui doa-doa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala akan diberi kelancaran dalam menyelesaikan segala permasalahan.

Doa Nabi Musa Alaihissallam tercantum dalam Alquran Surat Thaha Ayat 25–28. Ketika itu Nabi Musa bertemu dengan nur Allah Subhanahu wa ta'ala di Bukit Tursina.

Baca juga: Doa Khotmil Quran: Arab, Latin, dan Artinya 

Bersamaan dengan kejadian itu pula Nabi Musa Alaihissallam diangkat Allah Subhanahu wa ta'ala menjadi seorang rasul. Nabi Musa menyadari beratnya risalah yang ia emban tersebut.

Menjadi seorang rasul bukanlah suatu amanah yang mudah. Di samping dituntut menjadi pemimpin, pembimbing bagi kaumnya, kualitas pribadi seorang rasul pun juga akan dijadikan uswah (teladan).

Belum lagi tantangan yang harus dihadapi juga berasal dari kaum Nabi Musa Alaihissallam yakni Bani Israil yang pandai berlogika dan berargumentasi. Dia pun akhirnya meminta kekuatan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala agar sanggup memikul beban yang dihadapi.

Baca juga: Dramatis! Petarung MMA Wilhelm Ott Ungkap Kisahnya Dapat Hidayah Islam, Berawal Kalah dari Atlet Turki 

Nah, berikut ini doa Nabi Musa Alaihissallam ketika dalam kesulitan, seperti dikutip dari Kalam Sindonews.

وَيَسِّرۡ لِىۡۤ اَمۡرِىْ

Wa yassir leee amree

Artinya: "Dan mudahkanlah untukku urusanku." (QS Thaha (20): 26)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Doa ini berisi dalam mengemban tugas risalah yang berat, mengharap kepada Sang Penguasa Alam Semesta untuk dimudahkan segala kesulitan adalah jalan terbaik. Sebab, hanya Dia-lah satu-satunya Dzat yang mampu mengubah keadaan di kala sedang dalam kesulitan.

Baca juga: PN Surabaya Kabulkan Pernikahan Beda Agama, MUI: Bertentangan dengan Aturan Negara 

Baca juga: HUT DKI Jakarta, Yuk Ketahui Sejarah Masuknya Islam di Tanah Betawi 

Apabila perkara yang sulit telah dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, maka jalan manusia untuk melaluinya akan tercapai. Begitu pula dengan yang diharapkan Nabi Musa Alaihissallam.

Ia percaya hanya Allah Subhanahu wa ta'ala yang mampu meringankan segala urusannya sebagai bentuk kepasrahannya bahwa pada hakikatnya ia hanyalah seorang hamba-Nya.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini