"Padahal kan DPR sedang reses sekarang. Tidak mungkin kan. Hal-hal teknis seperti mungkin tidak terantisipasi oleh pemerintah Saudi karena berbeda cara pendekatannya," tambahnya.
Plt Irjen Kementerian Agama Nizar Ali Nizar Ali menjadi soal penambahan kuota haji yang diterima oleh Indonesia. Tambahan kuota ini paling mungkin diserahkan pada haji khusus karena mereka punya kemampuan finansial lebih daripada reguler.
"Kalau dari segi dimensi analisis kita terhadap manajemen itu sangat riskan kalau untuk jamaah regular, hanya mungkin analisis kami kemungkinan untuk jamaah haji khusus. Teman-teman haji khusus rata-rata ekonominya kuat, dan itu pure unit costnya dibiayai oleh jamaah," katanya.
(Awaludin)