Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengumuman untuk Jamaah Haji 2022, Bus Shalawat Bakal Berhenti Beroperasi 10 Hari

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 26 Juni 2022 |23:19 WIB
Pengumuman untuk Jamaah Haji 2022, Bus Shalawat Bakal Berhenti Beroperasi 10 Hari
Bus Shalawat akan berhenti beroperasi sementara. (Okezone/Dani Jumadil Akhir)
A
A
A

MAKKAH - Operasional bus shalawat akan berhenti sementara selama 10 hari jelang puncak haji 2022. Bus shalawat berhenti operasi mulai 5 Dzulhijjah atau 4 Juli hingga 15 Dzulhijjah atau 13 Juli

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat.

Arsad menjelaskan, hal itu karena sarana transportasi untuk puncak haji di Arafah- Muzdalifah-Mina (Armuzna) menggunakan bus shalawat yang beroperasi saat ini.

"Jadi nanti setelah tanggal 5, coba perhatikan tidak ada lagi bus-bus shalawat berkeliaran. Itu akan ditarik seluruhnya untuk persiapan Armuzna," kata Arsad di Kantor Daker Makkah, Minggu (26/6/2022).

Dengan demikian, mobilisasi jamaah haji ke Masjidil Haram pada tanggal tersebut tidak bisa dilakukan karena operasional bus shalawat berhenti sementara. Hal ini dikarenakan bus shalawat akan dipersiapkan untuk layanan transportasi di Armuzna.

"Untuk kepulangan awal itu sekitar tanggal 15 Dzulhijjah atau 16 Juli. Jadi nanti yang perlu disampaikan ke jamaah haji di periode tersebut, 5-15 Dzulhijjah (tidak ada bus shalawat)," kata Arsad.

Arsad mengimbau seluruh jamaah haji Indonesia tidak memaksakan diri ke Masjidil Haram saat operasional bus shalawat berhenti sementara. Dalam periode tersebut, jamaah bisa melaksanakan shalat lima waktu di mushola yang tersedia di hotel tempat menginap.

"Saya sarankan untuk melaksanakan shalat 5 waktu di masjid atau musala sekitar lokasi jamaah tinggal dan tidak mungkin melaksanakan salat di Masjidil Haram," ucapnya.

Hal ini juga sekaligus membuat jamaah haji tidak terlalu capek dan bisa menjaga kesehatan jelang puncak haji di Armuzna.

"Menyimpan tenaga untuk keperluan wukuf di Arafah yang saya yakin ini butuh energi full, yang tidak boleh kita kurangi," katanya.

Sebab, cuaca panas di Makkah akan menjadi tantangan saat pelaksanaan wukuf di Arafah hingga bermalam di Mina meski tenda-tenda jamaah sudah dilengkapi AC baru lebih dingin.

"Jadi artinya, butuh tenaga ekstra. makanya jadi tolong, setelah tanggal 5, dari sekarang juga sih, jangan terlalu diforsir tenaganya, sehingga jamaah bisa laksanakan ibadah wukuf yang yang merupakan inti dari ibadah haji," katanya.

Nantinya operasional bus shalawat akan kembali normal setelah puncak haji. Jamaah yang masih berada di Makkah masih bisa menggunakan bus shalawat hingga jadwal kepulangan ke Tanah Air

"Jadi bus tersebut akan dikembalikan ke posisi posisi masing masing, yang bus shalawat akan langsung menempati posnya di pos shalawat, kemudian bus antar kota pun mereka akan siap siap mengantar baik dari Makkah ke Jeddah atau dari Makkah ke Madinah," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement