Share

Apa Itu Tajdid atau Pemurnian dalam Akidah dan Ibadah?

Hantoro, Jurnalis · Kamis 18 Agustus 2022 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 330 2649999 apa-itu-tajdid-atau-pemurnian-dalam-akidah-dan-ibadah-NJJMG3XIS3.jpg Ilustrasi arti tajdid atau pemurnian dalam akidah dan ibadah. (Foto: Shutterstock)

ISTILAH tajdid dikenal luas oleh kaum Muslimin. Menurut Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Mohammad Masudi, tajdid mempunyai dua arti. Dalam bidang akidah dan ibadah, tajdid bermakna pemurnian dalam arti mengembalikan akidah dan ibadah kepada kemurniannya sesuai dengan sunah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

Pemurnian ibadah berarti menggali tuntunannya sedemikian rupa untuk menemukan bentuk yang paling sesuai atau paling mendekati sunah Nabi Shallallahu alaihi wassallam. Berkaitan dengan akidah, pemurnian berarti melakukan pengkajian untuk membebaskan akidah dari unsur-unsur khurafat dan tahayul.

Baca juga: Dulu Anti-Islam, Keluarga Ini Dapat Hidayah dan Mantap Ucap Syahadat 

Diktum keimanan yang dapat dipegangi adalah apa yang ditegaskan dalam Alquran dan As-Sunnah. Kepercayaan yang tidak bersumber kepada kedua sumber asasi tersebut tidak dapat dipegangi.

"Apa pun keputusan yang dilahirkan Majelis Tarjih dan Tajdid akan menjadi panduan keagamaan dalam masalah-masalah keyakinan dan ibadah, atau hal-hal lain yang semboyannya kembali ke Alquran dan sunah," ucap Masudi dalam tausiyahnya di Masjid KH Ahmad Dahlan Universitas Ahmad Dahlan pada Kamis 11 Agustus 2022, dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Baca juga: Menag Ajak Masyarakat Isi HUT Ke-77 RI dengan Membangun Negeri Penuh Cinta 

Selain pemurnian, dalam bidang muamalat duniawiah, tajdid berarti mendinamisasikan kehidupan masyarakat dengan semangat kreatif dan inovatif sesuai tuntutan zaman. Bahkan dalam aspek ini beberapa norma di masa lalu dapat berubah bila ada keperluan dan tuntutan untuk berubah dan memenuhi syarat-syarat perubahan hukum syara'.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Misalnya di zaman lampau untuk menentukan masuknya bulan kamariah baru, khususnya Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, digunakan rukyat sesuai dengan hadis-hadis rukyat dalam mana Nabi Shallallahu alaihi wassallam memerintah melakukan pengintaian hilal.

Namun pada zaman sekarang tidak lagi digunakan rukyat melainkan hisab, sebagaimana dipraktikkan dalam Muhammadiyah.

Baca juga: Surat Al Mulk Lengkap Bacaan Arab Latin, Maknanya Ayat 1-30, Buka di Alquran Digital Okezone 

Baca juga: Bacaan Dzikir Pagi Hari Ini: Mendapat Pertolongan Allah hingga Dosa-Dosa Diampuni 

"Aspek kedua dari tajdid yaitu bagaimana menyelaraskan dengan realitas perkembangan zaman yang senantiasa berubah. Jargon yang dimunculkan yaitu dinamisasi. Perkembangan zaman direspons secara positif," tukasnya.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini