HUKUM tajwid Surat Al Mulk Ayat 1–3 sangat penting diketahui kaum Muslimin. Bertujuan membuat dapat membacanya dengan tepat sehingga menjadi lebih indah sekaligus membaguskan makna yang ada di dalamnya.
Surat Al Mulk memiliki arti "Kerajaan" dan berjumlah 30 ayat. Surat yang disebut juga "Surat Tabarok" ini memiliki mukjizat atau keutamaan bagi yang rutin membaca dan menghafalnya. Bisa sebagai penyelamat siksa kubur, syafaat, hingga ampunan dosa.
Adapun Surat Al Mulk Ayat 1–3 menjelaskan tentang kekuasaan Allah Subhanahu wa ta'ala atas segala sesuatu yang ada di langit maupun di bumi.
Berikut hukum tajwid Surat Al Mulk Ayat 1–3, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube NgajiBareng04, Senin (29/8/2022).
Surat Al Mulk Ayat 1:
تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ
Latin: Tabarakallazi biyadihil-mulku wahuwa 'ala kulli syai'ing qadir.
Artinya: "Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS Al Mulk (67): 1)
Hukum Tajwid Al Mulk Ayat 1
تَبَٰرَ Mad thabi'i atau mad asli, karena ada fathah berdiri di atas huruf ba, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.
تَبٰرَ Tafkhim, karena ra barisnya di atas. Cara membacanya ra dibaca tebal, pangkal lidah terangkat.
بَٰرَكَ ٱلَّذِ Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham atau masuk ke huruf lam.
ٱلَّذِى Mad thabi'i atau mad asli, karena ada ya sukun yang sebelumnya berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.
ٱلْمُلْكُ Alif lam qomariah, karena alif lam bertemu dengan huruf mim (huruf qomariyah), cara membacanya lam mati dibaca jelas.
الْمُلْكُۖ Tanda waqaf Al-washlu aula, lebih baik washal daripada waqaf (lebih baik lanjut daripada berhenti).
عَلٰى Mad thabi'i, karena ada fathah berdiri di atas huruf lam, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.
شَيْ Harf lin, karena ada ya sukun didahului dengan huruf syin fathah. Cara membacanya dilunakkan.
شَيْءٍ Ikhfa ab'ad, karena tanwin bertemu dengan huruf qaf, cara membacanya tanwin berubah menjadi suara "NG".
قَدِيْرٌۙ Mad aridh lissukun, karena mad thabi'i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika diwaqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harakat. Kemudian pada huruf ra dibaca secara tarqiq atau tipis.