Share

Mengetahui Dabbah yang Disebut Tanda-Tanda Datangnya Hari Kiamat

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Selasa 13 September 2022 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 330 2666442 mengetahui-dabbah-yang-disebut-sebagai-tanda-datangnya-hari-kiamat-ASNNDztl3p.jpg Ilustrasi dabbah yang disebut tanda hari kiamat. (Foto: Ractapopulous/Pixabay)

DABBAH disebut-sebut sebagai tanda datangnya hari kiamat. Hari Kiamat atau hari akhir sendiri merupakan keadaan yang pasti terjadi di alam semesta. Namun, tidak ada yang tahu pasti kapan hal tersebut terjadi, kecuali Allah Subhanahu wa ta'ala.

Berbagai tanda datangnya hari kiamat pun telah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dan para nabi. Salah satunya adalah munculnya hewan bernama dabbah. Ini adalah sejenis binatang aneh yang muncul dari perut bumi dan bisa berbicara. Lantas, hewan apakah ini sebenarnya?

Baca juga: Heboh Wudhu Nagita Slavina Disebut Salah Semua, Ini Tata Caranya yang Benar Kata Ustadz Adi Hidayat 

Dilansir kanal YouTube Islampos, dabbah atau dabbat al-ard disebutkan akan muncul membawa tongkat Nabi Musa Alaihissallam dan cincin Nabi Sulaiman Alaihissallam. Kemunculan makhluk ini juga tertera dalam firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

"Apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan seekor dabbah (binatang) dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami." (QS An-Naml: 82)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, dabbah ini menjadi salah satu pengingat umat Islam untuk selalu bertobat. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah menyebut tiga perkara yang jika ketiganya keluar maka semua tobat dan amal tiada gunanya.

"Ada tiga perkara yang jika keluar maka tidak akan berguna lagi keimanan orang yang belum beriman sebelumnya; atau belum mengusahakan kebaikan yang dilakukan dalam keimannya. Ketiga perkara itu adalah terbitnya matahari dari barat, Dajjal, dan binatang bumi." (HR Muslim)

Baca juga: Penuh Keberanian, Ibu Ini Jadi Satu-satunya Mualaf di Kampungnya: Saya Pegang Teguh Islam 

Beliau Shallallahu alaihi wassallam juga bersabda, "Sesungguhnya tanda-tanda (hari kiamat) yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari barat dan keluarnya binatang kepada manusia pada waktu dhuha. Mana saja yang lebih dahulu muncul, maka yang satunya akan terjadi setelahnya dalam waktu yang dekat." (HR Muslim)

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam pun bersabda, "Bersegeralah kalian beramal (sebelum datangnya) enam perkara (beliau menyebutkan di antaranya) dabbah." (HR Muslim)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Nantinya setelah keluar, dabbah akan berbicara kepada manusia dan mengabarkan bahwa manusia dahulu tidak yakin terhadap ayat-ayat Allah Subhanahu wa ta'ala. Ia memberikan tanda pembeda antara orang beriman dan kafir. Tanda untuk orang yang beriman adalah wajah yang bercahaya, sedangkan yang tidak, tandanya diberikan di bagian hidung sebagai tanda kekufurannya.

"Binatang bumi itu keluar maka ia memberi cap kepada manusia di wajah mereka. Kemudian jumlah mereka meningkat sehingga seseorang membeli unta dia ditanya, 'Dari siapa kamu membeli unta itu?' Dia menjawab, 'Dari salah seorang yang dicap wajahnya'." (HR Ahmad, dishahihkan Syekh Al Albani dalam kitab As-Silsilah Ash-Shahihah nomor 322)

Nantinya dabbah keluar dari Makkah dari masjid yang paling mulia. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan dalam Majma’uz Zawaid VIII/ 7-8, dari Hudzaifah bin Asid secara marfu’, "Dabbah akan keluar dari masjid yang paling besar, tatkala mereka (sedang duduk-duduk tiba-tiba bumi bergetar) ketika mereka sedang demikian tiba-tiba bumi terbelah."

Perbedaan pendapat banyak terjadi di kalangan ulama tentang dabbah. Dabbah sendiri secara bahasa memiliki makna hewan yang berjalan di atas bumi. Beberapa ulama mengatakan bahwa dabbah adalah anak unta yang disapih dari unta Nabi Shalih Alaihissallam.

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Dawud Ath-Thayalisi dari Hudzaifah bin Asid al-Ghifari, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menyebut tentang dabbah, (lalu beliau menuturkan hadis, di dalamnya ada ungkapan), "Mereka tidak menggembalakannya, melainkan ia hanya bersuara di antara rukun dan maqam (rukun Yamani dan Maqam Ibrahim)."

Kedua, dabbah adalah Al-Jassasah yang disebutkan dalam hadis Tamim Ad-Dari pada kisah dajjal. Pendapat ini dinisbatkan kepada Abdullah bin Amru bin ‘Ash. Pendapat ini tidak kuat lantaran sifat-sifat dan apa yang dilakukan oleh si dabbah tidak cocok dengan gambaran Al-Jassasah dalam hadis Tamim Ad-Dari.

Ketiga, dabbah adalah ular yang mengawasi dinding Kakbah, yang disambar oleh elang ketika orang-orang Quraisy hendak membangun Kakbah. Pendapat ini dinisbatkan oleh Al-Qurthubi kepada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhu. Namun, beliau tidak menyebutkan sumbernya.

Keempat, dabbah adalah manusia yang berbicara, mendebat, dan membantah orang-orang yang gemar melakukan bid’ah dan kekufuran agar mereka berhenti. Agar jika mereka binasa, mereka binasa dengan keterangan (hujjah) yang nyata.

Kelima, dabbah adalah bakteri yang berbahaya yang akan membuat manusia menderita. Bakteri tersebut melukai, bahkan bisa membunuhnya. Ketika melukai seseorang ia membawa pesan berupa nasihat kepada manusia seandainya mereka memiliki hati yang bisa berpikir, sehingga mereka sadar untuk kembali kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, kepada agamanya, dan menekan mereka untuk menerima hujjah. Ini adalah pendapat yang dipegang oleh Abu ‘Ubayyah dalam komentarnya terhadap kitab An-Nihayah/Al-Fitan wal Malahim karya Ibnu Katsir.

Wallahualam bissawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini